NYATA Foundation Perluas Akses Pendidikan Anak Pelosok Indonesia melalui Program One Child One Journey
Jakarta, PilarRakyatIndonesia.news โ Ketimpangan akses pendidikan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Di sejumlah wilayah perkotaan, anak-anak relatif mudah memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai. Namun, kondisi berbeda masih dirasakan anak-anak di pelosok dan daerah 3T yang menghadapi keterbatasan fasilitas sekolah, listrik, jaringan komunikasi, hingga akses menuju sekolah.
Melihat kondisi tersebut, Naungan Yayasan Anak-Anak Tanah Air (NYATA) Foundation terus mendorong program pendidikan yang dapat memberikan dampak langsung bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera di pedalaman Indonesia.
Salah satu program yang tengah diperluas adalah โOne Child, One Journeyโ, yakni program pendampingan pendidikan anak secara berkelanjutan mulai dari usia dini hingga jenjang pendidikan berikutnya.
Co-Founder NYATA Foundation, Nicole Oeij Teng, mengatakan program tersebut dirancang untuk mengajak masyarakat berperan sebagai Kakak Asuh dan mendampingi perjalanan pendidikan anak secara bertahap.
โKalau dari NYATA sendiri, kami ingin memperluas pendampingan pendidikan melalui program One Child, One Journey. Artinya, kami ingin mendorong orang-orang yang membantu kami atau para kakak asuh untuk mendampingi anak di setiap tahap pendidikannya, mulai dari TK hingga jenjang pendidikan selanjutnya,โ ujar Nicole dalam media gathering di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Program Kakak Asuh
Melalui program Kakak Asuh, masyarakat dapat memberikan dukungan pendidikan dengan donasi mulai dari Rp55.000 per bulan. Besaran donasi tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pendonor.
NYATA Foundation berharap pola pendampingan tersebut tidak hanya membantu kebutuhan pendidikan anak dalam jangka pendek, tetapi juga memastikan mereka memperoleh dukungan hingga menyelesaikan jenjang pendidikan.
Selain program Kakak Asuh, NYATA Foundation juga tengah menyiapkan sejumlah program lainnya, di antaranya pelatihan guru dalam penggunaan Canva, pembangunan dua sekolah yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta program pendampingan di bidang olahraga.
Melihat Potensi Anak-Anak Flores
Rencana pengembangan program tersebut semakin diperkuat setelah NYATA Foundation melakukan perjalanan selama sekitar satu minggu ke Flores, NTT, bersama Irjen Jayadi, CEO dan Co-Founder Maknala Group.
Dalam perjalanan tersebut, NYATA Foundation melihat secara langsung kondisi pendidikan dan kehidupan masyarakat di daerah sekaligus menggali potensi yang dimiliki anak-anak setempat.
Salah satu potensi yang mendapat perhatian adalah bidang olahraga. Karena itu, NYATA Foundation bersama Irjen Jayadi tengah menggodok rencana program pendampingan olahraga bagi anak-anak di Flores.
โSebenarnya kita lagi menggodok, tetapi kita ada rencana untuk membuat program pendampingan olahraga karena latar belakang dia banyak di olahraga dan adik-adik di sana berpotensi di dunia olahraga juga,โ kata Nicole.
Kolaborasi untuk Pendidikan Daerah
Perjalanan bersama Irjen Jayadi tersebut menjadi bagian dari upaya NYATA Foundation memahami kebutuhan pendidikan secara langsung di wilayah pelosok Indonesia.
Hasil kunjungan diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun program yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, termasuk pendidikan, pembangunan fasilitas sekolah, peningkatan kapasitas guru, serta pengembangan potensi anak.
Media gathering yang membahas perjalanan dan rencana kolaborasi tersebut digelar di Shu Cuisine & Bar, Plaza Indonesia Level 4, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).
Melalui berbagai program tersebut, NYATA Foundation berupaya memperluas akses dan kesempatan pendidikan bagi anak-anak di pelosok Indonesia agar keterbatasan geografis dan fasilitas tidak menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar