Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan lima alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru dalam Latihan Integrasi TNI 2026 yang digelar di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). Pengerahan tersebut menjadi bagian dari simulasi operasi gabungan untuk menghadapi ancaman peperangan modern.

Lima alutsista yang diterjunkan terdiri dari empat pesawat tempur Rafale dan satu pesawat angkut strategis Airbus A400M. Selain itu, TNI AU juga melibatkan pesawat tempur lainnya, pesawat angkut, pesawat intai, helikopter, pesawat tanpa awak (UAV), serta pasukan Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengatakan seluruh unsur udara tersebut dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan operasi gabungan secara terpadu dalam latihan berskala nasional tersebut.

Dokumentasi resmi TNI AU memperlihatkan empat jet tempur Rafale mengawal pesawat angkut A400M saat terbang dalam formasi di atas wilayah Dabo Singkep.

Dalam latihan tersebut, TNI menampilkan skenario peperangan modern yang melibatkan kekuatan darat, laut, udara, hingga operasi siber. Tahapan operasi diawali dengan serangan udara menggunakan pesawat tempur Rafale dan F-16 yang membawa bom MK-82 untuk melumpuhkan sasaran musuh.

Setelah serangan udara, satuan Kopasgat melaksanakan operasi khusus guna membuka jalur bagi pasukan lanjutan. Di sektor maritim, TNI Angkatan Laut mengoperasikan Unmanned Surface Vehicle (USV) atau drone laut yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991, disusul operasi ranjau laut dan infiltrasi Komando Pasukan Katak (Kopaska) untuk mensimulasikan sabotase kabel bawah laut.

TNI AL juga menembakkan rudal C-705 dari KRI Sampari-628 menuju sasaran darat. Dukungan tembakan kapal perang turut diberikan oleh KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, serta KRI Raden Eddy Martadinata-331. Sementara Korps Marinir mengerahkan Multi Launcher Rocket System (MLRS) untuk memperkuat daya gempur pasukan gabungan.

Dari matra darat, TNI AD mengerahkan pasukan lintas udara yang diterjunkan menggunakan pesawat Hercules C-130, drone pengintai, drone tempur, serta satuan Artileri Medan sebagai bagian dari skenario operasi terpadu.

Latihan Integrasi TNI 2026 dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan. Menurut Sjafrie, hasil latihan menunjukkan kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui peningkatan kemampuan prajurit, kesiapan alutsista, serta dukungan logistik dan amunisi.

Ia juga menilai penggunaan sejumlah alutsista produksi dalam negeri dalam latihan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal Indonesia terhadap berbagai ancaman.

Latihan Integrasi TNI 2026 dirancang untuk menguji kemampuan operasi gabungan antarmatara, meningkatkan koordinasi lintas satuan, serta mempercepat proses pengambilan keputusan dalam menghadapi dinamika peperangan modern.