JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung rapat koordinasi penanganan dampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di posko penanganan bencana Batalion Teritorial Pembangunan, Kabupaten Nagekeo, NTT, Kamis (27/8/2026).
Tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB, Presiden mendatangi tenda darurat di area terbuka untuk mengevaluasi langkah-langkah tanggap darurat pascabencana gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026).
Rapat yang dibuka oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ini dihadiri jajaran menteri dan pimpinan lembaga, Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB Suharyanto memaparkan data terkini serta progres penanganan di lapangan. Hingga Senin (25/8/2026), tercatat sebanyak 103 korban jiwa meninggal dunia dan 1.666 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Kunjungan kerja dan peninjauan langsung ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses penanganan pascagempa—mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan kesehatan, distribusi logistik, hingga pemulihan infrastruktur—berjalan secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar