JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menghadiri Pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (26/8/2026). Kehadiran jajaran pimpinan tinggi BPJS Kesehatan ini merupakan bentuk komitmen strategis dalam memperkuat kolaborasi bersama organisasi kemasyarakatan keagamaan terbesar di Indonesia demi menyukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Acara pembukaan yang dihadiri oleh para ulama, tokoh nasional, serta ribuan nahdliyin dari berbagai penjuru tanah air tersebut berlangsung secara khidmat dan penuh kehangatan. Kehadiran BPJS Kesehatan dalam momentum krusial ini menggemakan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga penyelenggara jaminan sosial, dan pesantren dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prihati Pujowaskito menegaskan bahwa kemitraan antara BPJS Kesehatan dan Nahdlatul Ulama memiliki nilai strategis yang sangat tinggi, khususnya dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput (grassroots).

"Jaringan luas yang dimiliki NU, mulai dari pondok pesantren, lembaga pendidikan, hingga badan otonom di seluruh Indonesia, merupakan pilar vital dalam memperluas cakupan kepesertaan aktif serta edukasi pola hidup sehat dan kesadaran ber-JKN," ujar Prihati Pujowaskito.

Sinergi yang terjalin erat dalam kegiatan ini diharapkan semakin menguatkan posisi BPJS Kesehatan sebagai lembaga penjamin kesehatan terpercaya bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui momentum Muktamar NU ke-35 ini, BPJS Kesehatan optimis dapat terus meningkatkan kualitas layanan, mempermudah akses kesehatan di lingkungan pesantren, serta memperkokoh prinsip gotong royong yang menjadi landasan utama Program JKN.

Kegiatan berjalan lancar dan penuh khidmat, membawa harapan besar bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan terlindungi secara finansial dalam pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan.