JAKARTA, PilarRakyatIndonesia.news – Pemerintah Singapura mengembangkan aplikasi kencan bernama FirstDate untuk membantu pegawai pemerintah yang masih lajang menemukan pasangan yang sesuai. Aplikasi yang dikembangkan oleh Government Technology Agency of Singapore (GovTech) tersebut mulai diuji coba pada September 2026.
FirstDate ditujukan khusus bagi pegawai pemerintah berusia 21 hingga 35 tahun. Kehadiran aplikasi ini menjadi salah satu upaya Singapura dalam memperluas kesempatan warganya menemukan pasangan di tengah penurunan angka kelahiran.
Berdasarkan informasi yang dilansir CNN Indonesia dengan mengutip South China Morning Post, pengguna FirstDate diminta mengisi survei mengenai minat, nilai-nilai kehidupan, serta preferensi dalam hubungan. Data tersebut kemudian diproses menggunakan algoritma untuk merekomendasikan calon pasangan yang dinilai memiliki kecocokan.
Berbeda dengan aplikasi kencan pada umumnya yang memungkinkan pengguna menggeser banyak profil, FirstDate mempertemukan pengguna dengan satu calon pasangan dalam setiap siklus pencocokan. Satu siklus berlangsung sekitar satu bulan.
Pendaftaran gelombang pertama aplikasi tersebut ditutup pada 5 Oktober 2026, setelah GovTech mengirimkan undangan melalui surat elektronik kepada pegawai pemerintah sekitar sepekan sebelumnya.
Pengembangan FirstDate dilakukan ketika Singapura menghadapi tantangan demografi. Tingkat kesuburan total atau total fertility rate (TFR) negara tersebut tercatat mencapai 0,87 pada 2025, angka terendah yang dilaporkan dalam informasi tersebut.
Meski demikian, GovTech belum memutuskan apakah layanan FirstDate akan diperluas untuk masyarakat umum. Jumlah pegawai pemerintah yang memenuhi persyaratan untuk menggunakan aplikasi tersebut juga belum diumumkan.
Upaya pemerintah Singapura membantu warga lajang menemukan pasangan bukan hal baru. Pada 1984, pemerintah membentuk Social Development Unit (SDU) untuk mempertemukan lulusan universitas melalui berbagai kegiatan. Setahun kemudian, Social Development Section dibentuk untuk warga dengan kualifikasi pendidikan menengah. Kedua lembaga itu kemudian digabungkan pada 2009 menjadi Social Development Network.
Pendekatan serupa juga dilakukan negara Asia lainnya. Jepang meluncurkan aplikasi kencan yang didukung pemerintah pada 2024, dengan persyaratan verifikasi pendapatan, pembuktian keseriusan untuk menikah, serta wawancara dengan pengelola aplikasi.
Sementara itu, Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan, mengadakan program pertemuan bagi warga lajang melalui kegiatan yang dikurasi, termasuk makan bersama di tepi Sungai Han. Program pada 2026 dilaporkan menarik lebih dari 2.300 pendaftar berusia 25 hingga 45 tahun untuk memperebutkan 100 tempat.
Melalui FirstDate, Singapura mencoba memanfaatkan teknologi untuk membantu pegawai pemerintah membangun hubungan yang sesuai dengan preferensi masing-masing. Namun, efektivitas aplikasi tersebut dalam mempertemukan pasangan dan dampaknya terhadap persoalan demografi masih perlu dilihat dari hasil pelaksanaannya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar