Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Pemerintah Iran mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan kunjungan resmi ke Teheran sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral kedua negara. Undangan tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo melalui Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Muzani mengatakan, undangan dari Pemerintah Iran telah diterima dan disampaikan kepada Presiden Prabowo. Menurutnya, kunjungan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kerja sama Indonesia dan Iran di berbagai bidang strategis.

"Pemerintah Iran mengundang Presiden Republik Indonesia untuk bisa berkunjung ke Teheran dan sudah kami sampaikan kepada Pak Prabowo," kata Ahmad Muzani kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Selain membahas hubungan bilateral, Muzani mengungkapkan bahwa isu Selat Hormuz juga menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian dalam komunikasi kedua negara. Namun, pembahasan teknis mengenai jalur pelayaran strategis tersebut lebih banyak dilakukan oleh kementerian luar negeri masing-masing negara.

Menurut Muzani, pembicaraan mengenai distribusi kapal-kapal Indonesia yang melintasi Selat Hormuz menjadi bagian dari agenda diplomasi, tetapi koordinasi lebih lanjut akan dilakukan melalui jalur diplomatik antarmenteri luar negeri.

Saat ditanya mengenai tanggapan Presiden Prabowo terhadap undangan tersebut, Muzani mengaku belum mengetahui keputusan yang akan diambil. Ia hanya memastikan bahwa undangan resmi dari Pemerintah Iran telah diterima.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi di sela-sela rangkaian acara penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di Mashhad, Iran.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama delegasi ulama Indonesia, yakni Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A. Mughni.

Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri RI, pertemuan kedua menteri luar negeri menegaskan komitmen Indonesia dan Iran untuk terus memperkuat hubungan bilateral melalui peningkatan kerja sama yang lebih konkret di berbagai sektor prioritas. Pemerintah Indonesia juga mendorong optimalisasi berbagai mekanisme kerja sama yang telah terjalin agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Undangan kepada Presiden Prabowo dipandang sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan diplomatik Indonesia dan Iran di tengah dinamika kawasan, sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, energi, dan hubungan antar masyarakat.