Jakarta, PilarRakyatIndonesia.news — Presiden Prabowo Subianto menyebut kelapa sawit sebagai tanaman ajaib karena memiliki beragam manfaat dan dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, termasuk bahan bakar untuk mendukung kemandirian energi Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan Indonesia sejak 1 Juli 2026 tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Menurutnya, kebutuhan solar nasional kini telah dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri.
“Mulai 1 Juli yang lalu, kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri,” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan, salah satu sumber kemandirian energi tersebut berasal dari kelapa sawit yang merupakan bagian dari kekayaan sumber daya alam Indonesia.
“Dari mana? Dari kelapa sawit. Dari tanaman Yang Mahakuasa telah memberi karunia kepada kita. Yang saya katakan, kelapa sawit mungkin itu adalah tanaman ajaib. The miracle plant, the miracle crop,” kata Prabowo.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa kelapa sawit dapat menghasilkan hingga 57 produk turunan. Produk tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), obat-obatan, sabun, hingga produk lainnya.
“Dari kelapa sawit kita bisa dapat 57 derivatif. Kita bisa dapat obat, kita bisa dapat sabun, kita bisa dapat macam-macam, terutama kita dapat BBM,” tuturnya.
Menurut Prabowo, para peneliti dan akademisi di Indonesia juga telah mengembangkan teknologi untuk mengolah kelapa sawit menjadi bahan bakar. Ia menyebut Indonesia telah mampu memproduksi solar dan mengembangkan bensin berbahan dasar kelapa sawit.
Prabowo Tekankan Kemandirian Pangan dan Energi
Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan pentingnya kemandirian nasional di tengah kondisi dunia yang masih diwarnai konflik dan peperangan.
Ia mengatakan Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain dalam memenuhi kebutuhan strategis, terutama pangan dan energi.
“Di tengah dunia sekarang, dunia yang penuh dengan konflik, bahkan dengan perang-perang di mana-mana, ini membuktikan bahwa apa yang sudah lama saya utarakan, kita harus swasembada pangan, kita harus swasembada energi. Kita tidak boleh bergantung dengan bangsa lain,” ujar Prabowo.
Untuk sektor pangan, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki cadangan pangan yang cukup. Pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan produksi akibat kondisi cuaca, termasuk El Nino dan kekeringan.
“Alhamdulillah swasembada pangan sudah, cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah antisipasi cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan, kita siap,” katanya.
Pesan Prabowo untuk Generasi Muda
Selain berbicara mengenai pangan dan energi, Prabowo menyampaikan pesan kepada para santri dan santriwati Gontor agar optimistis dalam memandang masa depan Indonesia.
Ia meminta generasi muda mempersiapkan diri untuk meneruskan perjuangan bangsa dan mengambil peran dalam kepemimpinan Indonesia di masa mendatang.
“Percaya, masa depan Indonesia baik, masa depan Indonesia cerah. Dan kalian santri, santriwati, anak-anakku sekalian, kalianlah yang akan ambil alih. Kalian yang akan meneruskan perjuangan kita,” tegasnya.
Prabowo juga mengingatkan generasi muda agar lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya begitu saja.
“Hati-hati. Jangan percaya semua yang ada di sosmed itu. Mereka ingin menurunkan semangat kita. Mereka ingin menurunkan keberanian kita. Mereka ingin menurunkan kepercayaan diri kita,” kata Prabowo.
Presiden kemudian menegaskan pentingnya membangun Indonesia yang kuat dan mandiri dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar