Jakarta, PilarRakyatIndonesia.news – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rapat tersebut berlangsung pada Minggu (23/8/2026) malam di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sejumlah menteri dan pejabat terkait dipanggil untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk perkembangan bencana di Kalimantan dan NTT.

Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya mengatakan, pada pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan, Presiden Prabowo membahas tindak lanjut instruksi penanganan karhutla dan bantuan pascagempa di NTT.

β€œPresiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,” kata Teddy dalam keterangannya.

Tambah 17 Pesawat Water Bombing

Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas penguatan operasi penanganan karhutla di Kalimantan. Salah satunya dengan menambah 17 pesawat water bombing untuk membantu pemadaman dari udara.

Selain armada udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan dimobilisasi untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.

Pemerintah turut mengirimkan 200 pompa dan pipa untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran bawah tanah di kawasan gambut.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik khusus. Api dapat bertahan di bawah permukaan meski kobaran api di atas tanah telah terlihat padam.

Teddy juga menyampaikan apresiasi Presiden terhadap gerak cepat personel TNI dan Polri dalam menangani berbagai kondisi kebencanaan di sejumlah wilayah Indonesia.

Karhutla Capai 72.798 Hektare

Karhutla saat ini melanda sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Pulau Kalimantan dan Sumatera.

Berdasarkan data BNPB per Minggu (23/8/2026), total luas karhutla di Indonesia telah mencapai 72.798 hektare.

Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luasan karhutla terbesar, yakni mencapai 38.310 hektare.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk memperkuat operasi pemadaman melalui kombinasi strategi, mulai dari water bombing, operasi darat, pemadaman bawah tanah gambut, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC).

Penanganan Pascagempa NTT

Selain karhutla, rapat Prabowo juga membahas penanganan pascagempa NTT.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026). Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami.

Hingga akhir pekan, gempa susulan masih terus terjadi. Tercatat 5.688 gempa susulan, dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,0. Pada Minggu (23/8/2026) saja, sedikitnya terjadi 130 gempa susulan.

BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa utama mencapai 91 orang, atau bertambah empat orang dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, jumlah korban luka tercatat sebanyak 1.286 orang.

Data BNPB menunjukkan sekitar 51 persen korban meninggal dunia disebabkan dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara 49 persen lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung dari bencana.

Pemerintah Perkuat Respons Bencana

Melalui rapat tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya percepatan penanganan di dua wilayah terdampak bencana.

Dukungan pemerintah diarahkan tidak hanya pada pemadaman karhutla, tetapi juga pemulihan dan rekonstruksi di wilayah NTT yang terdampak gempa.

Penguatan personel, peralatan, armada udara, pompa, serta berbagai kebutuhan operasional diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan.

Pemerintah juga terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan penanganan karhutla serta pemulihan pascagempa berjalan secara terpadu.