JAKARTA, PILARRAKYATINDONESIA.NEWS β€” Di tengah gempuran teknologi dan maraknya game online yang mendominasi aktivitas anak-anak masa kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah nyata untuk melestarikan warisan budaya nusantara. Melalui Festival Olahraga Tradisional Pelajar Tingkat Kota Depok 2026, ratusan pelajar dari berbagai sekolah diajak untuk kembali mengenal dan memainkan permainan tradisional.

Bagi para tenaga pendidik, ajang tahunan ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk berebut piala, melainkan sarana krusial dalam mengenalkan dan menanamkan rasa cinta anak-anak terhadap budaya lokal agar tidak punah tergerus zaman.

Guru Olahraga SDN Mekarjaya 28 Kecamatan Sukmajaya, Wahid Candra Irawan, menegaskan bahwa melestarikan permainan tradisional merupakan tanggung jawab bersama. Apalagi, nilai-nilai dalam permainan tradisional kini telah diintegrasikan langsung ke dalam kurikulum pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah.

"Permainan tradisional ini sudah masuk ke dalam rencana pembelajaran kami di mata pelajaran olahraga. Menurut saya, permainan-permainan tradisional ini harus terus dikembangkan karena berasal dari daerah-daerah," ujar Wahid.

Ia menambahkan, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan di dalam lingkungan sekolah atau kelas. Festival seperti ini menjadi panggung bagi para siswa untuk mengasah kemampuan, mental, dan kedisiplinan sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.

Semangat juang para pelajar Kota Depok pun tidak berhenti di tingkat kota. Wahid dan jajaran guru di Depok berkomitmen untuk terus membimbing para siswa agar siap mewakili dan mengharumkan nama Kota Depok pada ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Barat.

"Latihan akan terus kami lakukan dengan mengedepankan disiplin, komitmen, optimisme, dan tanggung jawab. Kami akan terus berlatih untuk membawa nama Kota Depok," tegasnya optimis.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Guru Olahraga SDN Mekarjaya 20 Kecamatan Sukmajaya, Adi Pratama. Ia menilai festival ini memberikan atmosfer dan pengalaman berharga yang tidak bisa didapatkan siswa hanya dari teori di dalam kelas.

Melalui festival ini, para pelajar tidak hanya diajarkan aturan dan teknik permainan, tetapi juga diajak merasakan langsung nilai kebersamaan, kerja sama tim, dan keceriaan bermain bersama teman sebaya.

"Dalam proses pembelajaran, materi permainan tradisional memang masih ada. Namun, festival ini memberikan pengalaman berbeda. Sudah bagus jika diadakan setiap tahun. Harapan kami jangan dihilangkan dan terus dilaksanakan. Dengan begitu, anak-anak tidak lupa dengan permainan tradisional," pungkas Adi.

Harapan para guru ini menjadi pengingat bahwa kelestarian permainan tradisional berada di tangan generasi muda. Tanpa wadah yang berkelanjutan seperti Festival Olahraga Tradisional Pelajar, warisan budaya yang kaya akan nilai sosial dan fisik ini terancam pudar. Keberlanjutan ajang ini dipandang sebagai salah satu benteng terbaik untuk menjaga agar identitas dan kebudayaan bangsa tetap hidup di hati anak-anak Indonesia.