JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news – Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa ketersediaan beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog kini telah mencapai 5,1 juta ton. Jumlah tersebut disiapkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan fenomena iklim El Nino.

​Mentan menyampaikan bahwa kekuatan stok beras pemerintah dipastikan siap untuk mengatasi dinamika fenomena iklim global. Ketersediaan cadangan beras ini diyakini mampu menopang kebutuhan masyarakat, meminimalisasi dampak kekeringan, serta mengantisipasi kondisi darurat dan bencana alam.

​"Kesiapan pangan kita selesai. Meskipun harga beras dunia naik, salah satunya di Jepang yang mencapai Rp100 ribu per kilo, kita pastikan kelaparan di Indonesia tidak terjadi," ujar Amran.

​Menjaga Keseimbangan Rantai Pasok
​Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan di setiap lini rantai pasok, baik di tingkat produsen (petani) maupun konsumen. 
Mentan mengakui adanya tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas harga.

​"Ketika harga beras naik, konsumen marah. Ketika harga turun, petani marah. Saat harga sedang-sedang saja, pengusaha yang marah. Begitu berat beban pemerintah, namun kita terus berupaya menjaga keseimbangan tersebut," jelasnya.

​Penyaluran Bantuan Pangan dan Intervensi Pasar
​Guna mengendalikan harga di pasar serta menjamin aksesibilitas pangan bagi masyarakat, pemerintah menggelontorkan stok CBP melalui berbagai program bantuan dan intervensi interaktif.
​Berdasarkan catatan Bapanas per 24 Agustus, total realisasi distribusi CBP secara nasional telah mencapai 1,69 juta ton. Rincian penyaluran tersebut meliputi:
​Bantuan Pangan Tahap I:
- 662,86 ribu ton​Bantuan Pangan Tahap II: 59,83 ribu ton (sedang berjalan)
- ​Bantuan Bencana & Keadaan Darurat: 11,39 ribu ton
- ​Golongan Anggaran: 53,68 ribu ton

​Melalui kesiapan stok cadangan yang memadai dan distribusi yang terukur, pemerintah optimis ketahanan pangan nasional tetap kokoh terjaga meskipun dibayangi ancaman kemarau panjang El Nino.