Jakarta β€” Laporan dari media massa Iran, Tasnim News Agency dan Press TV, menyebutkan telah terjadi insiden bentrokan fisik di atas kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Menurut laporan yang mengutip sumber militer tersebut, sedikitnya tujuh personel Angkatan Laut (AL) AS dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Insiden tersebut dilaporkan dipicu oleh ketegangan internal serta protes awak kapal terkait masa pengerahan operasional yang berkepanjangan. Konfrontasi bermula saat seorang penasihat Komando Pusat AS (CENTCOM) melakukan kunjungan ke atas kapal guna menanggapi aspirasi dan keluhan para prajurit. Kunjungan tersebut mendapat penolakan dari sebagian awak hingga berlanjut pada bentrokan fisik.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi, konfirmasi, maupun bantahan yang dirilis oleh pihak militer AS (Pentagon), CENTCOM, ataupun Gedung Putih terkait kebenaran laporan yang dikeluarkan oleh media Iran tersebut.

USS Abraham Lincoln saat ini tengah menjalankan misi operasional di kawasan Samudra Hindia. Kapal induk ini tercatat telah beroperasi selama 263 hari, dengan durasi berada di laut secara beruntun mencapai 208 hariβ€”menjadikannya salah satu periode pengerahan tanpa henti terpanjang bagi kapal induk AS dalam sejarah modern.

Masa penugasan yang panjang ini memicu perhatian publik dan pihak keluarga prajurit terkait kondisi kesehatan mental, kelelahan, serta keselamatan sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang bertugas di atas kapal. Pihak keluarga sebelumnya telah menyampaikan kekhawatiran secara langsung kepada pejabat Departemen Angkatan Laut AS mengenai kepastian jadwal kepulangan para personel.