Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah Kumamoto, Jepang, terus bertambah. Hingga Kamis (30/7/2026), sebanyak 34 orang dilaporkan tewas, sementara tim penyelamat masih melakukan pencarian korban di sejumlah lokasi terdampak.

Petugas penyelamat Jepang masih berupaya menemukan kemungkinan korban selamat dari reruntuhan pusat perbelanjaan Aeon di Kumamoto yang ambruk setelah terjadi ledakan gas pascagempa.

Kantor Manajemen Bencana Kumamoto menyebutkan, tujuh jenazah telah berhasil dievakuasi dari tumpukan puing, baja, dan kabel di lokasi pusat perbelanjaan tersebut. Selain itu, delapan orang lainnya dilaporkan meninggal dunia akibat insiden di pabrik Nippon Paper Industries yang berada di Kota Yatsushiro.

Selain korban meninggal, lima warga juga berada dalam kondisi kritis. Sementara itu, hampir 9.500 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah pusat evakuasi akibat kerusakan yang ditimbulkan gempa.

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan besar di berbagai wilayah, termasuk rumah warga yang roboh, jembatan rusak, kebakaran, serta gangguan pasokan listrik dan air bersih. Hingga Kamis, sekitar 13.520 rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik.

Situasi semakin berat karena Jepang tengah menghadapi gelombang panas dengan suhu yang diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius pada akhir pekan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tambahan bagi warga yang mengungsi maupun petugas di lapangan.

Jepang diketahui merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan terletak di pertemuan empat lempeng tektonik utama.

Wilayah Kumamoto sebelumnya juga pernah mengalami gempa besar pada 2016 yang menyebabkan 273 orang meninggal dunia dan lebih dari 2.800 orang mengalami luka-luka.

Sebagai negara yang rawan gempa, Jepang secara rutin menghadapi ratusan guncangan setiap tahun. Meski sebagian besar berskala kecil, beberapa gempa besar dalam sejarah negara tersebut telah menimbulkan dampak besar, termasuk gempa bawah laut magnitudo 9,0 pada 2011 yang memicu tsunami dan menyebabkan sekitar 18.500 orang meninggal atau hilang.

Pemerintah Jepang bersama tim penyelamat masih terus melakukan evakuasi, pendataan korban, serta penanganan darurat bagi masyarakat yang terdampak gempa M7,1 di Kumamoto.