Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news β€” Kementerian Sosial (Kemensos) dan Universitas Indonesia Membangun (INABA) memperkuat kerja sama strategis melalui program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas INABA Erna Herlinawati. Penandatanganan disaksikan Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Wamensos Agus Jabo Priyono mengatakan, Sekolah Rakyat tidak hanya ditujukan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin. Program tersebut juga diarahkan untuk membekali siswa dengan kemampuan agar dapat memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

β€œAnak-anak ini biar bekerja dulu, supaya apa? Supaya bisa menggraduasi dirinya, menggraduasi orang tuanya,” ujar Agus.

Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari proses pendidikan selama siswa berada di sekolah. Keberlanjutan setelah lulus menjadi bagian penting, terutama dalam memastikan mereka memiliki pekerjaan atau kesempatan melanjutkan pendidikan.

Fokus Pelatihan Digital dan AI

Kerja sama Kemensos dan Universitas INABA merupakan kelanjutan dari program pendampingan yang telah berjalan sejak Februari 2026 di 16 titik Sekolah Rakyat.

Dalam program tersebut, civitas akademika INABA memberikan berbagai pelatihan kepada siswa, mulai dari penguatan literasi, keterampilan komunikasi, hingga kemampuan interpersonal.

Selain itu, siswa juga mendapatkan pengenalan teknologi masa depan melalui pelatihan dasar coding dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dosen dan mahasiswa Universitas INABA turut dilibatkan dalam membantu para guru menyusun modul pembelajaran yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan siswa di masing-masing Sekolah Rakyat.

Kemensos juga mendorong Universitas INABA untuk membuka peluang alokasi beasiswa pendidikan tinggi bagi siswa Sekolah Rakyat yang memiliki prestasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kualitas hidup dan kondisi ekonomi keluarganya.

Pendampingan Berkelanjutan

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas INABA, Ida Farida Oesman, mengatakan program pendampingan yang dilakukan pihaknya mendapatkan respons positif dari sekolah maupun para siswa.

Menurut Ida, pola pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Sekolah Rakyat sehingga materi yang diberikan dapat lebih relevan dan memberikan manfaat secara langsung.

Universitas INABA berkomitmen melanjutkan pendampingan pada semester-semester berikutnya. Selain pelatihan, pihak kampus juga membuka peluang pengembangan skema beasiswa untuk membantu siswa Sekolah Rakyat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan mobilitas sosial dan ekonomi keluarga penerima manfaat.

Dengan pendidikan, keterampilan digital, peluang kerja, serta akses pendidikan tinggi yang lebih terbuka, program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.