Jakarta, Pilarrakyatindonesia.newsΒ β Iran memperingatkan bahwa langkah Amerika Serikat (AS) yang menerapkan blokade laut terhadap negaranya akan dianggap sebagai bentuk eskalasi perang di kawasan. Peringatan tersebut disampaikan Markas Besar Sentral Khatam al-Anbiya melalui pernyataan resmi yang dikutip Fars News Agency, Senin.
Dalam pernyataannya, komando militer Iran menuduh Washington telah mengancam kapal-kapal Iran, termasuk kapal dagang dan kapal tanker minyak, di perairan pesisir serta wilayah teritorial Iran selama tiga hari terakhir.
"Tindakan AS ini akan dianggap sebagai eskalasi perang di kawasan," demikian pernyataan Khatam al-Anbiya.
Iran juga menegaskan bahwa angkatan bersenjatanya tidak akan membiarkan setiap ancaman maupun tindakan yang dianggap bermusuhan dari militer Amerika Serikat tanpa respons.
"Sebagaimana telah dibuktikan oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran di medan perang, mereka tidak akan membiarkan ancaman atau tindakan bermusuhan dari militer teroris negara itu tanpa balasan," lanjut pernyataan tersebut.
Sebelumnya, pada Sabtu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade laut terhadap Iran masih diberlakukan sepenuhnya.
Menurut CENTCOM, selama operasi berlangsung pasukan AS telah mengalihkan 12 kapal dagang yang berupaya menerobos blokade, menonaktifkan dua kapal yang tidak mematuhi perintah, serta menaiki dua kapal lainnya untuk memastikan kepatuhan hingga 25 Juli.
Hubungan antara Washington dan Teheran terus memanas dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan sejumlah fasilitas serta peralatan militer AS di berbagai negara di kawasan.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatnya risiko konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar