Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news β Pemerintah Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai pengaturan pelayaran aman di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Kesepahaman tersebut merupakan hasil dialog bilateral yang berlangsung selama dua bulan dan kini memasuki tahap penyusunan pernyataan bersama.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan kedua negara telah menyepakati sejumlah poin penting, termasuk penetapan koordinat geografis yang akan menjadi acuan rute pelayaran di Selat Hormuz.
Menurut Baqaei, dokumen pernyataan bersama masih dalam proses finalisasi dan akan diterbitkan setelah melalui tahap penelaahan, dengan syarat penyusunannya berlangsung tanpa campur tangan pihak luar.
Sebagai negara yang sama-sama berbatasan langsung dengan Selat Hormuz, Iran dan Oman berupaya membangun mekanisme pelayaran yang dinilai mampu meningkatkan keselamatan aktivitas maritim di kawasan tersebut.
Dalam proses perundingan, kedua negara melakukan pembahasan menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari teknis, hukum, keamanan hingga dampak lingkungan. Hasil kajian tersebut menjadi dasar kesepakatan mengenai jalur pelayaran yang akan digunakan di kawasan strategis tersebut.
Meski demikian, Iran menilai kesepahaman bilateral itu belum cukup untuk menjamin sepenuhnya keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Baqaei menegaskan masih terdapat berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan.
Ia menyebut dinamika keamanan di kawasan tidak terlepas dari keberadaan kekuatan militer asing serta perkembangan geopolitik yang masih berlangsung di Timur Tengah. Menurutnya, keamanan jalur pelayaran internasional memerlukan kondisi regional yang stabil dan bebas dari eskalasi konflik.
Dalam keterangannya, Baqaei juga menyinggung dampak kebijakan Amerika Serikat terhadap situasi keamanan kawasan. Ia menilai sejumlah langkah Washington telah meningkatkan ketegangan regional dan memengaruhi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Selain membahas isu pelayaran, Baqaei membantah kabar mengenai rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi maupun Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam waktu dekat. Ia memastikan belum ada agenda resmi terkait kunjungan tersebut.
Sementara itu, Iran mengungkapkan bahwa Pakistan dan Qatar terus menjalankan berbagai upaya diplomatik untuk membantu meredakan ketegangan di kawasan. Teheran juga disebut masih menjalin komunikasi intensif dengan kedua negara sebagai bagian dari koordinasi menghadapi dinamika keamanan di Timur Tengah.
Kesepakatan Iran dan Oman mengenai pengaturan pelayaran aman di Selat Hormuz diharapkan menjadi langkah awal memperkuat stabilitas jalur perdagangan internasional yang selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan energi dunia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar