Jakarta, PilarRakyatIndonesia.news – Pemerintah Arab Saudi mengecam keras serangan drone dan rudal yang dilancarkan kelompok Houthi di sejumlah wilayah negara tersebut. Serangan pada Selasa (8/9/2026) dilaporkan menyebabkan 73 orang terluka serta memicu kebakaran di sejumlah fasilitas energi.
Dilansir dari AFP, Selasa (8/9/2026), Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan pihaknya akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan negaranya.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media resmi Saudi Press Agency (SPA), pemerintah Saudi menyerukan agar seluruh bentuk eskalasi segera dihentikan, termasuk serangan Houthi terhadap fasilitas di wilayah Saudi maupun aktivitas pelayaran.
“Penghentian segera semua bentuk eskalasi yang dilakukan oleh milisi tersebut serta serangan Houthi terhadap pelayaran,” demikian seruan Kementerian Luar Negeri Saudi.
Fasilitas Energi Jadi Sasaran
Otoritas Saudi menyebut sejumlah fasilitas dan instalasi sektor energi di wilayah selatan kerajaan menjadi sasaran serangan Houthi yang berbasis di Yaman dan didukung Iran.
Seorang sumber dari Kementerian Energi Saudi yang dikutip SPA mengatakan serangan tersebut terjadi pada Selasa pagi.
“Beberapa fasilitas dan instalasi sektor energi di wilayah selatan kerajaan menjadi sasaran pagi ini,” kata sumber tersebut.
Serangan kemudian memicu kebakaran di beberapa lokasi. Kondisi tersebut menyebabkan penghentian sementara sejumlah operasi di fasilitas yang terdampak.
“Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di beberapa lokasi, yang mengakibatkan penghentian sementara beberapa operasi, serta beberapa korban luka,” demikian laporan SPA.
Sebanyak 73 orang dilaporkan mengalami luka akibat rangkaian serangan tersebut.
Houthi Klaim Serang Bandara dan Fasilitas Aramco
Sebelumnya, kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target strategis di Arab Saudi.
Target yang disebut antara lain Bandara Internasional Abha, Pangkalan Udara King Khalid, serta fasilitas perusahaan minyak milik pemerintah Saudi, Saudi Aramco, yang berada di wilayah Abha dan Jizan.
Serangan tersebut menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa hari terakhir mengalami eskalasi konflik.
Pertempuran di Laut Merah
Selain serangan terhadap wilayah Arab Saudi, pertempuran selama beberapa hari di sekitar pantai Laut Merah dilaporkan telah menewaskan lebih dari 300 orang dan menyebabkan ratusan keluarga mengungsi.
Kelompok Houthi disebut berupaya merebut wilayah yang berbatasan dengan Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran strategis dunia.
Selat Bab al-Mandab merupakan pintu masuk bagian selatan menuju Laut Merah. Jalur tersebut memiliki peranan penting bagi lalu lintas perdagangan dan pengiriman energi, termasuk ekspor minyak Arab Saudi.
Situasi semakin kompleks di tengah ketegangan di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Eskalasi di kawasan tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap keamanan pelayaran serta pasokan energi global.
Pemerintah Arab Saudi kini meningkatkan kewaspadaan dan menegaskan kesiapannya mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah serta kepentingan strategis negaranya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar