Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news β€” Seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Kolombia dipastikan dalam kondisi aman setelah gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang negara tersebut pada Senin (10/8/2026).

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bogota telah berkomunikasi dengan sejumlah WNI yang berada di wilayah terdampak.

β€œBerdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman,” kata Heni, dikutip Antara, Selasa (11/8/2026).

Gempa tersebut sebelumnya dilaporkan menewaskan sedikitnya 132 orang. Episentrum gempa berada di daratan sekitar 400 kilometer dari Bogota dan memberikan dampak cukup parah di sejumlah wilayah bagian barat Kolombia.

KBRI Pantau Kondisi WNI

Heni mengatakan KBRI Bogota terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta berkoordinasi dengan WNI yang berada di lokasi.

KBRI juga telah menyiapkan sejumlah langkah darurat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Kemlu menyebut pemerintah Kolombia telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional. Pemerintah setempat juga membentuk pos komando terpadu untuk memperkuat koordinasi dalam proses penanganan bencana.

KBRI Bogota mengimbau seluruh WNI di Kolombia tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. WNI juga diminta memantau informasi melalui sumber resmi serta menjaga komunikasi dengan pihak KBRI.

Untuk kondisi darurat, KBRI Bogota menyediakan hotline +57 301 9061706 bagi WNI yang membutuhkan bantuan.

Gempa Terkuat di Abad ke-21

Menurut laporan Associated Press, gempa berkekuatan 7,4 magnitudo tersebut disebut sebagai salah satu gempa terkuat yang mengguncang Kolombia pada abad ke-21 berdasarkan catatan Badan Geologi Kolombia.

Guncangan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di wilayah barat Kolombia, termasuk di Kota Cali, Pereira, Quibdo, dan Manizales.

Dampak gempa juga dirasakan hingga negara tetangga seperti Ekuador dan Panama.

Pemerintah Kolombia kini masih melakukan penanganan dan pendataan dampak gempa. Sementara itu, KBRI Bogota terus memastikan kondisi WNI dan mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi di lapangan.