Penyidikan kasus kepemilikan senjata di sebuah sekolah swasta kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terus berlanjut. Dalam penyisiran susulan yang berlangsung pada Senin (10/8/2026), aparat kepolisian kembali menemukan barang bukti baru berupa satu unitΒ airsoft gun beserta 117 butir amunisi dari beragam kaliber.

Kombes Pol Budi Hermanto selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya merinci, ratusan amunisi yang disita meliputi:

  • 34 butir kaliber 38 Special

  • 25 butir kaliber 9x19 mm Luger

  • 21 butir kaliber 32 S&W

  • 19 butir kaliber 380 Auto

  • 18 butir kaliber 22 WMR

Di lokasi yang sama, petugas juga mengamankan 166 buah selongsong peluru, lima magasin peluru 9 mm, dua unit recoil spring, tabung gas CO2 dan green gas, wadah peluru mimis, hingga belasan komponen cadangan senjata. Meski demikian, temuan airsoft gun terbaru ini dipastikan sudah dalam keadaan tidak berfungsi.

"Berdasarkan pemeriksaan tim Puslabfor, unit airsoft gun yang baru ditemukan ini kondisinya sudah rusak dan tidak utuh lagi," ujar Kanit Krimum Satreskrim Polres Jaksel, Ipda Alpino de Tech, pasca-olah TKP.

Awal Mula Terungkapnya Tumpukan Senjata

Kasus ini pertama kali membuncah ketika pengurus yayasan sekolah membongkar paksa sebuah ruangan terlarang yang lama terkunci sejak pergantian pimpinan yayasan. Di dalam ruangan tersebut, mereka terkejut menemukan tumpukan 996 pucuk senapan dan langsung melaporkannya ke pihak berwajib.

Hasil verifikasi kepolisian mengonfirmasi bahwa dari 996 unit tersebut:

  • 995 unit merupakan senapan angin/airsoft gun.

  • 1 unit merupakan senjata api asli tipe Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA.

Satu bulan pascalaporan pertama, pendampingan kepolisian kembali dilakukan untuk membuka ruang kerja milik mantan ketua yayasan berinisial IWD. Di sana, petugas kembali menemukan tiga pucuk airsoft gun model M4 Carbine, AK-47, dan FN90, serta peredam suara, alat pembuat amunisi beserta buku panduannya, taser gun, hingga narkotika jenis ganja dan sabu.

Klaim Fasilitas Ekstrakurikuler

IWD, yang telah diberhentikan dari jabatannya sejak April 2026, berdalih bahwa ratusan airsoft gun tersebut rencananya akan digunakan untuk memfasilitasi kegiatan ekstrakurikuler menembak siswa yang digagas sejak 2020. Namun, rencana tersebut tidak pernah terealisasi hingga barang-barang itu terbengkalai dan rusak di dalam gudang.

Saat ini, seluruh senapan angin telah diamankan di Subdit Wasendak Ditintelkam Polda Metro Jaya, sedangkan temuan senjata api dan narkotika masih diproses mendalam oleh Satreskrim Polres Jakarta Selatan.