Jakarta, PilarRakyatIndonesia.news β€” Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Jepang pada Selasa (8/9/2026), memicu banjir di Prefektur Aichi dan Gifu. Kota Nagoya menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah setelah curah hujan mencapai 104,5 milimeter dalam satu jam, menjadi angka tertinggi sepanjang pencatatan di kota tersebut.

Genangan air merendam sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Sakae, kawasan yang dikenal sebagai pusat aktivitas dan keramaian di Nagoya.

Hujan ekstrem juga mengganggu aktivitas masyarakat serta layanan transportasi publik. Sejumlah layanan kereta, termasuk JR, Meitetsu, dan Nagoya Municipal Subway, sempat dihentikan akibat kondisi banjir.

Sejumlah bagian Jalur JR Chuo juga terdampak genangan. Selain itu, dua dari 15 jalur bawah tanah yang dikelola pemerintah prefektur turut mengalami gangguan.

Peringatan Banjir Level 5

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan banjir Level 5 untuk Sungai Shonai. Peringatan tersebut menunjukkan adanya risiko bencana yang sangat tinggi bagi masyarakat di sekitar aliran sungai.

Akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut, sekitar 2.700 warga di Aichi mengungsi ke sejumlah tempat penampungan. Empat orang juga dilaporkan mengalami luka ringan.

Gangguan transportasi bahkan meluas hingga layanan Shinkansen Tokaido dan Sanyo, yang sempat dihentikan akibat kondisi cuaca dan banjir.

Dampak banjir juga menjadi perhatian karena sejumlah lokasi yang akan digunakan dalam penyelenggaraan Asian Games 2026 di Nagoya turut terdampak. Ajang olahraga tersebut dijadwalkan dibuka pada 19 September 2026.

Ribuan Sekolah Hentikan Kegiatan

Cuaca ekstrem tidak hanya berdampak di Aichi dan Gifu. Gangguan akibat hujan deras juga terjadi di sejumlah wilayah Jepang lainnya.

Lebih dari 3.600 sekolah di 11 prefektur dilaporkan sempat menghentikan kegiatan. Sementara itu, gangguan jaringan kereta di kawasan metropolitan Tokyo berdampak terhadap lebih dari 140.000 penumpang.

Di Prefektur Fukushima, seorang perempuan berusia 60-an ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam sebuah mobil yang terendam banjir di sebuah terowongan. Korban kemudian dilaporkan meninggal dunia.

Hujan Lebat Masih Berpotensi Berlanjut

Badan Meteorologi Jepang memperkirakan hujan deras masih dapat terjadi hingga 10 September 2026, khususnya di sepanjang wilayah pesisir Pasifik Jepang.

JMA memperkirakan sejumlah wilayah berpotensi menerima tambahan curah hujan hingga 200 milimeter hingga Rabu (9/9) sore. Intensitas hujan juga dapat meningkat apabila terbentuk linear rainband, yaitu pita awan hujan yang memanjang dan dapat menghasilkan hujan sangat lebat dalam waktu lama di wilayah tertentu.

Pemerintah Jepang meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk mengikuti instruksi evakuasi yang dikeluarkan pemerintah setempat.

Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, serta berbagai ancaman bencana hidrometeorologi lainnya akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung.