JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah cepat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antisipasi El Nino 2026 sebagai upaya menghadapi potensi kekeringan ekstrem yang diperkirakan akan terjadi akibat fenomena iklim El Nino. Pembentukan satgas ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga ketersediaan sumber daya air, mendukung sektor pertanian, serta memastikan layanan air bersih bagi masyarakat tetap berjalan optimal.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan bahwa ancaman El Nino tahun ini perlu diantisipasi secara serius karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor pertanian, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan air baku dan layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di berbagai daerah.

"Untuk mengantisipasi dampak El Nino, kami bergerak cepat membentuk Satgas khusus. Fenomena ini harus diwaspadai karena yang terdampak tidak hanya masalah irigasi dan sawah rakyat yang terancam kekeringan, melainkan juga pasokan pada sejumlah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) serta volume tampungan air di berbagai bendungan strategis," ujar Dody Hanggodo di Jakarta, Senin (6/7).

Satgas Antisipasi El Nino akan bertugas memperkuat koordinasi lintas unit di lingkungan Kementerian PU dalam melakukan pemantauan kondisi sumber daya air, mengoptimalkan pengelolaan bendungan, jaringan irigasi, serta memastikan distribusi air berjalan secara efektif selama musim kemarau.

Selain membentuk satgas, Kementerian PU juga terus mengoptimalkan implementasi Instruksi Presiden terkait pengelolaan sumber daya air melalui skema Intensifikasi Pemanfaatan Hak Air (IPHA). Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi air sehingga indeks pertanaman (IP) petani tetap terjaga, mengurangi risiko gagal panen, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.

Menurut Dody, pengelolaan air yang lebih efektif menjadi salah satu kunci dalam menghadapi ancaman kekeringan yang diprediksi meningkat pada tahun ini. Oleh karena itu, seluruh infrastruktur sumber daya air harus dikelola secara optimal agar mampu memenuhi kebutuhan irigasi maupun air bersih masyarakat.

Lebih lanjut, Menteri Dody menginstruksikan seluruh balai di bawah Kementerian PU untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Kementerian Pertanian guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino di tingkat lapangan.

Sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah tersebut diharapkan mampu menghasilkan langkah mitigasi yang lebih cepat dan tepat sasaran, termasuk dalam penyusunan strategi distribusi air, pengawasan kondisi bendungan, hingga penanganan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Dengan pembentukan Satgas Antisipasi El Nino 2026, Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan air nasional, melindungi sektor pertanian, serta memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih meski menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin ekstrem.