Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news โ€“ Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari, menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pemberantasan korupsi dan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih. Menurutnya, Presiden telah menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan menjaga integritas dalam menjalankan amanah rakyat.

Qodari mengatakan arahan tersebut berlaku bagi seluruh aparatur negara, mulai dari birokrasi pemerintahan, TNI, Polri, hingga Kejaksaan. Presiden, kata dia, mengingatkan bahwa setiap pejabat negara merupakan pelayan rakyat yang wajib bekerja secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab.

"Seluruh aparat negara harus menyadari bahwa mereka adalah pelayan rakyat yang diberi amanah untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab. Setiap aparatur negara harus menjaga integritas dan tidak mengkhianati amanah yang telah diberikan oleh rakyat," ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Qodari juga menegaskan bahwa pemerintah menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, serta tidak pandang bulu.

Menurutnya, tidak boleh ada pihak yang memperoleh perlakuan khusus di hadapan hukum, tanpa memandang jabatan, pangkat, maupun kedudukan.

"Penegakan hukum harus berlangsung secara adil. Tidak boleh ada pihak yang memperoleh perlakuan istimewa di hadapan hukum," tegasnya.

Ia menambahkan, tindakan yang dilakukan oleh oknum tidak dapat dijadikan dasar untuk menghakimi keseluruhan institusi. Karena itu, pemerintah tetap mendorong proses hukum berjalan sesuai mekanisme yang berlaku dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Selain mendukung penegakan hukum, pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas, stabilitas nasional, serta persatuan bangsa agar pembangunan dapat terus berjalan dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan serupa saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden meminta seluruh aparatur negara untuk membenahi diri dan tidak mengabaikan aspirasi masyarakat yang menginginkan pemerintahan bersih dari korupsi.

Prabowo secara khusus mengingatkan jajaran TNI, Polri, dan Kejaksaan agar selalu melakukan introspeksi. Menurutnya, seluruh atribut dan kewenangan yang dimiliki aparat berasal dari kepercayaan rakyat sehingga harus digunakan sepenuhnya untuk melayani kepentingan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa rakyat menginginkan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang dihentikan. Karena itu, seluruh aparatur negara diminta menjaga integritas, memperkuat profesionalisme, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab demi mewujudkan pemerintahan yang bersih serta berkeadilan.