JAKARTA β€” Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui Danantara Investment Management (DIM) secara resmi menyampaikan minatnya untuk menjadi pemegang saham langsung di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana strategis ini berjalan melalui skema demutualisasi bursa efek yang saat ini tengah dimatangkan regulasinya.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, membenarkan adanya pengajuan minat tersebut. Namun, pihak bursa masih menunggu kepastian terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang mengatur mengenai proses demutualisasi sebelum membahas lebih rinci mengenai porsi kepemilikan saham.

"Yang sudah menyampaikan minat, itu adalah BPI Danantara melalui DIM. Ya jadi untuk selanjutnya, untuk komunikasi kita bangun terus ya sambil menunggu POJK," ujar Jeffrey di gedung BEI, Jakarta.

Sebagai bagian dari persiapan, BEI telah merampungkan sejumlah kajian komprehensif dengan merujuk pada praktik bursa global di berbagai negara tetangga dan kawasan regional yang telah sukses menjalankan skema serupa, seperti bursa Hong Kong, Singapura, Australia, hingga Malaysia.

Di sisi lain, Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa proses pembahasan rencana pembelian saham ini terus berjalan secara intensif dengan OJK dan jajaran Direksi Bursa, dengan target penyelesaian dalam beberapa bulan ke depan.

Menanggapi masuknya investor strategis tersebut, pihak manajemen BEI menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga tata kelola dan netralitas pasar. Kepemilikan saham oleh pihak luar dipastikan tidak akan merusak independensi institusi bursa ke depan.

"Adapun kepemilikan saham oleh pihak-pihak tersebut akan tetap mempertahankan independensi Bursa Efek," tegas Jeffrey.

Tentang PT Bursa Efek Indonesia (BEI): PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan lembaga penyelenggara pasar modal di Indonesia yang memfasilitasi perdagangan efek secara teratur, wajar, dan efisien, serta berkomitmen untuk terus mengembangkan industri pasar modal nasional yang kredibel dan berdaya saing global.