Jakarta, PilarRakyatIndonesia.newsΒ β€” Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Kamis (20/8/2026). IHSG naik 107,46 poin atau 1,68 persen ke level 6.501,59, dari penutupan perdagangan sebelumnya di 6.394,13.

Penguatan tersebut terjadi setelah IHSG melemah pada perdagangan sebelumnya. Sentimen positif juga terlihat dari mayoritas saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tercatat sebanyak 480 saham menguat, sementara 196 saham melemah dan 287 saham stagnan.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 6.447,25. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 6.444,40 hingga 6.514,68.

Kapitalisasi pasar BEI pada akhir perdagangan mencapai sekitar Rp11.420 triliun. Sementara itu, volume transaksi tercatat 77,08 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp15,75 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,262 juta kali.

Sejumlah indeks utama juga mencatat penguatan. LQ45 naik 1,80 persen menjadi 638,74, KOMPAS100 menguat 2,07 persen ke 842,25, sedangkan JII melonjak 2,45 persen menjadi 390,27.

Seluruh Sektor Saham Menguat

Kinerja positif IHSG didukung penguatan seluruh sektor saham. Sektor barang baku menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 3,46 persen.

Disusul sektor barang konsumer non-primer yang naik 2,16 persen dan sektor perindustrian sebesar 2,15 persen. Sektor barang konsumer primer juga menguat 1,98 persen.

Sementara itu, sektor keuangan naik 1,49 persen, teknologi 1,44 persen, energi 1,26 persen, serta properti dan real estat 1,21 persen.

Penguatan turut terjadi pada sektor kesehatan sebesar 0,98 persen, transportasi dan logistik 0,64 persen, serta infrastruktur 0,17 persen.

Sejumlah Saham LQ45 Menguat Tajam

Di jajaran saham LQ45, Merdeka Battery Materials (MBMA) menjadi salah satu saham dengan penguatan terbesar, yakni 10,78 persen ke Rp565 per saham.

Kemudian Amman Mineral Internasional (AMMN) naik 7,97 persen menjadi Rp4.470 dan Hartadinata Abadi (HRTA) menguat 7,83 persen ke Rp2.349.

Di sisi lain, Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) menjadi saham LQ45 dengan penurunan terbesar, yakni 1,75 persen ke Rp2.250. Saham XL SMART Telecom Sejahtera (EXCL) turun 1,05 persen menjadi Rp2.830, sedangkan Indosat (ISAT) melemah 0,36 persen ke Rp2.730.

Pada perdagangan secara keseluruhan, Raja Roti Cemerlang (BRRC) mencatat kenaikan terbesar sebesar 31,25 persen menjadi Rp84. Disusul Guna Timur Raya (TRUK) yang naik 25 persen ke Rp775 dan Kawasan Industri Jababeka (KIJA) yang melonjak 24,85 persen menjadi Rp206.

Sementara itu, Citra Tubindo (CTBN) menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 12,53 persen ke Rp3.490. Lavender Bina Cendikia (BMBL) turun 10 persen ke Rp27 dan Arkora Hydro (ARKO) melemah 9,65 persen ke Rp5.150.

Bursa Asia Bergerak Variatif

Penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung positif meski masih bervariasi.

Nikkei 225 Jepang naik 1,36 persen ke 66.216,79. Hang Seng Hong Kong menguat 0,80 persen menjadi 25.698,49, sedangkan SSE Composite Index China bertambah 0,24 persen ke 3.903,72.

Penguatan terbesar tercatat pada KOSPI Korea Selatan, yang melonjak 5,89 persen ke level 6.852,58. Sementara S&P/ASX 200 Australia naik 0,33 persen menjadi 9.083,80.

Namun, Asia Dow justru melemah 1,04 persen ke 6.311,60. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen pasar regional masih beragam meski sejumlah bursa utama berada di zona positif.

Rupiah Ikut Menguat

Dari pasar valuta asing, rupiah juga mencatat penguatan terhadap dollar AS.

Rupiah ditutup di posisi Rp17.748,4 per dollar AS, menguat dibandingkan pembukaan di level Rp17.765,8 per dollar AS.

Dengan demikian, rupiah menguat sekitar 92 poin atau 0,52 persen sepanjang perdagangan Kamis.

Kombinasi penguatan IHSG, kenaikan seluruh sektor saham, serta penguatan rupiah menjadi sinyal positif bagi perdagangan pasar keuangan domestik pada akhir sesi perdagangan tersebut.