Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas di berbagai wilayah Indonesia. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 2.500 jembatan telah berhasil diselesaikan dan beroperasi untuk mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik nasional.

Menurut Teddy, pembangunan jembatan menjadi salah satu program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto guna memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar arus barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

β€œPemerintah berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang merata hingga ke pelosok negeri. Saat ini 2.500 jembatan telah selesai dibangun dan dimanfaatkan masyarakat. Kami menargetkan total 5.000 jembatan dapat rampung hingga akhir tahun 2026,” ujar Teddy dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tidak hanya difokuskan pada kawasan perkotaan, tetapi juga daerah terpencil, kawasan perbatasan, serta wilayah yang selama ini mengalami kendala akses transportasi. Dengan tersambungnya berbagai wilayah melalui infrastruktur yang memadai, diharapkan biaya logistik dapat ditekan dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin meningkat.

Teddy menambahkan, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan setiap proyek berjalan sesuai target waktu, kualitas konstruksi, serta prinsip keberlanjutan lingkungan.

Program pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif. Selain meningkatkan aksesibilitas masyarakat, kehadiran jembatan baru juga diharapkan mampu membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, mempercepat pemerataan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Pemerintah optimistis target penyelesaian 5.000 jembatan pada akhir 2026 dapat tercapai melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, konektivitas nasional akan semakin kuat dan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Β