Ruben Amorim Ubah Pendekatan Taktik, AC Milan Tampil Lebih Berbahaya
MILAN, PilarRakyatIndonesia.news – Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, mengaku tidak ingin mengulangi kesalahan yang pernah dilakukannya saat menangani Manchester United. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangannya dalam mengubah pendekatan taktik bersama Milan.
Perubahan itu terlihat ketika AC Milan meraih kemenangan 3-0 atas Lecce pada pekan kelima Serie A 2026-2027 di Stadion San Siro, Milan, Senin (21/9/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Amorim memberikan kebebasan lebih besar kepada para pemain untuk bergerak dan melakukan penetrasi ke lini pertahanan lawan. Milan tetap membangun serangan dari lini belakang dengan empat bek, sementara sejumlah pemain diberikan ruang untuk bergerak lebih fleksibel.
Christian Pulisic membuka keunggulan Milan pada menit ke-14. Rossoneri kemudian menambah dua gol pada babak kedua melalui Adrien Rabiot dan Diego Moreira.
Amorim mengatakan keputusan mengubah pendekatan permainan diambil berdasarkan pengamatannya terhadap karakteristik para pemain Milan.
“Keputusan akhir selalu ada di tangan saya. Apa yang saya rasakan dalam pertandingan-pertandingan terakhir ini sama dengan apa yang saya rasakan saat di Manchester United, dan saya tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Amorim seperti dikutip Football Italia.
Menurut Amorim, tidak semua pemain memiliki karakteristik yang sesuai untuk menjalankan satu gaya permainan tertentu. Karena itu, ia menilai seorang pelatih perlu melakukan penyesuaian terhadap materi pemain yang tersedia.
“Terkadang kita tidak memiliki karakteristik pemain yang pas untuk menerapkan gaya main tertentu. Jika itu masalahnya, kita harus beradaptasi,” katanya.
Kebebasan Pemain Jadi Faktor Penting
Amorim menilai kebebasan bergerak memberikan dampak positif terhadap permainan Milan. Para pemain dinilai mampu memanfaatkan ruang dan melakukan pergerakan tanpa bola untuk memberikan ancaman lebih besar kepada pertahanan Lecce.
“Menurut saya, kami mengalami banyak peningkatan,” ujar Amorim kepada DAZN Italia.
“Kebebasan bagi para pemain, pergerakan mereka—terutama lari menembus pertahanan lawan—membuat kami bukan sekadar tim yang menguasai bola, melainkan tim yang berbahaya,” lanjutnya.
Pelatih asal Portugal itu juga menilai Milan mampu mengontrol pertandingan meski menyadari Lecce lebih banyak menunggu kesalahan dari tim tuan rumah.
“Kami memiliki ruang untuk berlari dan itu hal yang bagus. Kami mengendalikan permainan dan paham bahwa lawan menunggu kami melakukan kesalahan, namun kami bertahan dengan cukup baik dan layak meraih kemenangan ini,” kata Amorim.
Kemenangan atas Lecce menjadi respons positif Milan setelah sebelumnya bermain imbang melawan Juventus dan Lazio di Serie A. Milan juga menelan kekalahan 0-2 dari Benfica pada ajang Liga Europa.
Tambahan tiga poin membuat Milan mengoleksi 11 poin dari lima pertandingan Serie A 2026-2027.
Catatan tersebut menjadi raihan 11 poin dalam lima pertandingan awal Serie A dengan sistem tiga poin untuk kemenangan, yang menurut laporan tersebut terakhir kali dicapai Milan pada era Nils Liedholm pada 1963.
Dengan hasil tersebut, perubahan pendekatan taktik Amorim mulai memberikan warna baru terhadap permainan Milan pada awal musim 2026-2027.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar