JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news โ Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak investasi nasional sekaligus menjadi mitra strategis yang semakin diminati investor global. Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, Danantara dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia melalui berbagai proyek investasi yang kompetitif dan berorientasi jangka panjang.
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan tingginya minat investor asing untuk menjalin kemitraan dengan Danantara merupakan bukti meningkatnya kepercayaan global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Menurutnya, dukungan penuh Presiden Prabowo dalam berbagai forum internasional menjadi salah satu faktor penting yang mendorong penguatan posisi Danantara di mata investor dunia.
"Danantara menjadi mitra strategis yang dicari oleh banyak investor asing. Hal ini tidak terlepas dari peran Presiden Prabowo yang aktif memperkenalkan potensi investasi Indonesia di berbagai kesempatan internasional. Kami memiliki portofolio dan proyek investasi yang sangat menarik bagi investor global," ujar Rosan di Jakarta, Sabtu (11/7).
Rosan menjelaskan bahwa kemitraan dengan investor internasional tidak hanya berorientasi pada masuknya modal ke Indonesia, tetapi juga diarahkan untuk mempercepat transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar semakin modern, efisien, dan berdaya saing tinggi.
Menurutnya, kerja sama tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperoleh transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan praktik tata kelola perusahaan berstandar internasional. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dalam rangka memperluas jejaring investasi global, Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Thailand periode 2001โ2006, Thaksin Shinawatra, yang saat ini menjabat sebagai Dewan Penasihat BPI Danantara.
Pertemuan tersebut membahas berbagai perkembangan ekonomi global, peluang kerja sama investasi di kawasan ASEAN, serta strategi memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang kompetitif di tingkat internasional.
Rosan menegaskan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam membangun kemitraan investasi jangka panjang. Karena itu, BPI Danantara terus mendorong penguatan tata kelola perusahaan, transparansi, serta profesionalisme dalam pengelolaan investasi.
Sejumlah agenda strategis yang menjadi fokus pengembangan Danantara antara lain percepatan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional, transformasi digital guna meningkatkan efisiensi operasional BUMN, penguatan tata kelola melalui penerapan praktik terbaik internasional (best practices), serta pengembangan sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui berbagai langkah tersebut, BPI Danantara optimistis mampu membangun ekosistem investasi yang semakin kredibel dan kompetitif. Pemerintah berharap keberadaan Danantara dapat memperkuat daya saing BUMN di pasar global, menarik lebih banyak investasi berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar