Jakarta, PilarRakyatIndonesia.news β€” Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Sulawesi Tengah mengajak putra-putri Sulawesi Tengah, khususnya generasi muda, untuk terlibat dalam proses kaderisasi dan pembelajaran politik di tengah perkembangan era digital.

Ajakan tersebut disampaikan DPD PRI Sulawesi Tengah melalui sebuah pesan terbuka kepada β€œPutera Puteri Generasi Emas Sulawesi Tengah”. Dalam pesan itu, PRI menekankan pentingnya memahami politik bukan hanya sebagai aktivitas perebutan kekuasaan, tetapi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan ruang untuk membangun keputusan bersama.

DPD PRI Sulawesi Tengah saat ini dipimpin Rusdy Mastura sebagai ketua, dengan Andika Ganti sebagai sekretaris dan Nurmin Abdul Rifai sebagai bendahara. Susunan tersebut juga diberitakan dalam sejumlah publikasi mengenai konsolidasi PRI di Sulawesi Tengah.

Politik dan Tantangan Era Digital

Dalam pesan tersebut, PRI mengangkat pemikiran Aristoteles mengenai manusia sebagai Zoon Politikon atau makhluk yang secara alamiah hidup dalam kehidupan politik dan bermasyarakat.

Menurut PRI, perkembangan teknologi dan digitalisasi menghadirkan tantangan baru. Politik dinilai dapat dipersepsikan sebagai sesuatu yang berada di luar kehidupan sehari-hari, padahal setiap warga negara memiliki posisi dan kepentingan dalam kehidupan publik.

β€œKita menjadi manusia karena politik,” demikian salah satu gagasan yang menjadi pembuka pesan tersebut.

PRI kemudian menilai bahwa pemahaman mengenai politik perlu kembali ditempatkan dalam konteks kehidupan masyarakat saat ini, terutama untuk menemukan orientasi bersama dan mendorong tindakan kolektif di ruang publik.

Dorong Generasi Muda Memahami Posisi Politik

Dalam pesannya, PRI juga menyoroti kondisi generasi muda yang menghadapi berbagai informasi dan perspektif yang semakin beragam di ruang digital.

Partai tersebut menyebut diperlukan kemampuan untuk melihat berbagai persoalan secara logis, memahami perbedaan sudut pandang, serta menempatkan diri pada posisi orang lain.

Konsep tersebut oleh PRI disebut sebagai kebutuhan untuk menemukan tertium quid, yakni suatu unsur yang dapat mempertemukan berbagai hal yang partikular untuk menemukan pemahaman yang lebih umum atau universal.

Melalui pendekatan tersebut, PRI Sulteng ingin mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen informasi politik, tetapi juga mampu memahami, mendiskusikan dan mengambil posisi secara rasional terhadap persoalan publik.

PRI Jadikan Sulteng Ruang Kaderisasi

PRI secara khusus menyatakan mengambil posisi di Sulawesi Tengah sebagai ruang kaderisasi bagi generasi muda yang dipersiapkan untuk kepemimpinan daerah.

β€œPRI menjadi rumah lintas ketiga dari kondisi yang semakin partikular untuk menarik kondisi universalitas dari keadaan generasi emas ini,” demikian salah satu bagian pesan yang disampaikan.

Gagasan tersebut sejalan dengan proses konsolidasi organisasi PRI di Sulawesi Tengah yang dalam beberapa pekan terakhir terus dilakukan, termasuk pembentukan struktur organisasi di tingkat kabupaten. Pada 22 September 2026, DPD PRI Sulteng menyerahkan mandat pembentukan DPC PRI Kabupaten Morowali Utara kepada Waris Kandori.

Politik Bukan Sekadar Kekuasaan

Dalam pesan terbuka tersebut, PRI menegaskan bahwa politik tidak semata-mata berkaitan dengan naik dan turunnya kekuasaan.

Politik, menurut gagasan yang disampaikan, juga mencakup partisipasi, artikulasi kepentingan, dialog, serta kemampuan melakukan pertimbangan logis terhadap posisi politik.

Karena itu, PRI mengundang putra-putri Sulawesi Tengah untuk bergabung dan belajar bersama mengenai politik, kehidupan publik, serta posisi warga negara di tengah era digitalisasi.

β€œMari menjadi bagian dari masa depan kader kepemimpinan rakyat yang relevan,” demikian ajakan yang disampaikan DPD PRI Sulawesi Tengah.

Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya PRI Sulteng memperkenalkan kaderisasi politik kepada generasi muda sekaligus memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik daerah.