Jakarta, PilarRakyatIndonesia.news β Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026) malam. Pertemuan tersebut membahas evaluasi dan pengendalian pelaksanaan program prioritas pemerintah, khususnya implementasi Asta Cita di setiap kementerian.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan, pertemuan tersebut merupakan agenda rutin pemerintah untuk memantau perkembangan pelaksanaan program Asta Cita sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing kementerian.
βAgenda rutin saja. Tentang monitoring dan pengendalian implementasi program-program Asta Cita Presiden di masing-masing kementerian, sesuai tugas pokok fungsinya,β ujar Viva kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).
Senada dengan Viva Yoga, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyebut pertemuan tersebut merupakan Sidang Kabinet Paripurna yang secara rutin digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan program strategis pemerintah.
Menurut Bima, pelaksanaan rapat kali ini berbeda dari biasanya karena berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, bukan di Istana Negara, Jakarta.
βSidang Kabinet Paripurna ini kan memang rutin, untuk evaluasi program-program strategis. Hanya lokasinya saja yang kali ini berbeda,β kata Bima.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko turut membenarkan adanya undangan rapat kabinet tersebut. Ia mengaku menerima pemberitahuan dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Jumat pagi.
βYa, ada undangan. Baru dapat pemberitahuan dari Pak Seskab pagi ini,β ungkap Budiman.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan rapat kabinet dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB. Pada hari yang sama, Airlangga juga mendampingi Presiden Prabowo menerima kunjungan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Valentinovich Manturov di Istana Bogor.
βAda pertemuan dengan DPM Rusia di Istana Bogor,β ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat pagi.
Digelar Sehari Setelah Reshuffle Kabinet
Pertemuan tersebut berlangsung sehari setelah Presiden Prabowo melakukan perombakan kabinet kedelapan, Kamis (15/10/2026). Dalam perombakan itu, Presiden melantik sembilan pejabat baru untuk mengisi sejumlah posisi strategis di kementerian, lembaga, dan TNI.
Momentum tersebut membuat evaluasi program prioritas pemerintah menjadi perhatian, terutama dalam memastikan kesinambungan pelaksanaan kebijakan dan koordinasi antarkementerian setelah perubahan susunan pejabat.
Adapun Sidang Kabinet Paripurna sebelumnya digelar pada 20 Juli 2026 di Istana Negara, Jakarta. Saat itu, pembahasan meliputi evaluasi kinerja pemerintahan menjelang dua tahun masa kerja, persiapan laporan kenegaraan untuk peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, serta percepatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Melalui rapat kabinet secara berkala, pemerintah diharapkan dapat memantau capaian program, mengidentifikasi kendala pelaksanaan, dan memperkuat koordinasi antarkementerian agar target pembangunan nasional dapat berjalan sesuai rencana.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar