JAKARTA, pilarrakyatindonesia– Langkah besar diambil oleh cabang olahraga yang tengah naik daun, Pickleball, dalam memperkuat legitimasi organisasinya. Ketua Umum Pengurus Provinsi/Kota Pickleball, Muhammad Nazarudin, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan kepada Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Penyerahan SK ini menandai babak baru bagi perkembangan Pickleball di Indonesia, sekaligus menjadi bukti keseriusan pengurus dalam membina atlet serta mengenalkan pickleball ke masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nazarudin menyampaikan bahwa penyerahan SK ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan simbol kesiapan Pickleball untuk bersinergi penuh di bawah naungan KONI.

"Kami berkomitmen untuk membawa Pickleball tidak hanya sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga sebagai lumbung prestasi bagi daerah dan bangsa. Dengan dukungan penuh dari KONI, kami yakin pembinaan atlet akan adanya banyak kejuaran yang akan diselengarakan " ujar Muhammad Nazarudin.

Ketua KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru Indonesia Pickleball Federation (IPF) dapat bekerja secara solid, profesional, dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

“Indonesia Pickleball Federation (IPF)  harus menjadi motor penggerak pembinaan olahraga yang terarah dan berkelanjutan. Sinergi antar pengurus menjadi kunci dalam mencapai prestasi dan Rencana penyelenggaraan kejuaraan terbuka dalam waktu dekat guna mengasah jam terbang atlet” ujarnya.

Dengan resminya penyerahan SK ini, diharapkan koordinasi antara pengurus cabang olahraga dengan KONI semakin solid. Hal ini menjadi angin segar bagi para pecinta Pickleball yang menantikan kompetisi-kompetisi resmi berstandar nasional di masa mendatang.

Acara penyerahan yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi santai mengenai strategi pengembangan sarana dan prasarana lapangan Pickleball yang lebih inklusif bagi masyarakat luas.