Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news - Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia (PRI), Muhammad Nazaruddin, menerima kunjungan H.M. Arfan bersama Adityo Handoko dan tim dalam pertemuan strategis di kantor DPP PRI, Selasa (19/05/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana pembentukan Pusat Robotika Indonesia sebagai wadah pengembangan pendidikan berbasis teknologi, coding, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan robotika bagi generasi muda Indonesia.

Dalam diskusi itu, H.M. Arfan dan Adityo Handoko memaparkan sejumlah program unggulan yang akan dijalankan, mulai dari pelatihan guru, kompetisi coding dan robotika, pengembangan sekolah vokasi berbasis AI, hingga pembangunan platform digital pendidikan nasional.

Adityo Handoko menegaskan bahwa penguatan kapasitas generasi muda di bidang teknologi menjadi langkah penting untuk menghadapi era transformasi digital dan revolusi industri berbasis kecerdasan artifisial.

“Generasi muda Indonesia harus memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan teknologi agar mampu bersaing di tingkat global,” ujar Adityo.

Ketua Umum PRI Muhammad Nazaruddin menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan Pusat Robotika Indonesia. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat implementasi coding dan kecerdasan buatan di sektor pendidikan nasional.

Ia menilai pengembangan pendidikan teknologi harus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.

“PRI mendukung penuh setiap program yang mampu meningkatkan kualitas generasi muda, khususnya dalam penguasaan teknologi, robotika, dan inovasi digital,” kata Nazaruddin.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut turut dibahas penguatan konsep Green Tiger Diplomacy melalui pengembangan Youth Smart Hub sebagai pusat inovasi digital pemuda. Program itu dirancang menjadi ruang kolaborasi kreatif bagi anak muda dalam bidang teknologi, pendidikan, kewirausahaan digital, dan inovasi berbasis komunitas.

Pusat Robotika Indonesia nantinya juga direncanakan berkolaborasi dengan Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) guna memperkuat ekosistem robotika nasional.

Tidak hanya fokus pada pendidikan teknologi, pertemuan itu juga membahas pemberdayaan komunitas Persawitan Rakyat Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dengan program Koperasi Merah Putih.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat berbasis komunitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pengembangan sektor perkebunan dan koperasi.

Sinergi antara pendidikan teknologi, inovasi digital pemuda, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan itu diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan berkelanjutan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.