Jakarta, PilarRakyatIndonesia.news โ€” Partai Rakyat Indonesia (PRI) terus memperkuat konsolidasi dan kelembagaan organisasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan Pemilu mendatang. Penguatan tersebut ditandai dengan pengukuhan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Rakyat Indonesia yang diikuti dengan konsolidasi jajaran pengurus di berbagai tingkatan.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Rakyat Indonesia, Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Budi Pramono, S.I.P., S.H., M.A., M.M., M.H.(GSR), CIQaR, CIQnR, MOS, MCE, CIMMR, menegaskan bahwa pengukuhan struktur kepengurusan bukan sekadar agenda administratif, melainkan menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang solid, terstruktur, dan siap menjalankan seluruh tahapan kepemiluan.

Menurut Budi Pramono, penguatan struktur DPP harus berjalan beriringan dengan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah. Karena itu, jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) menjadi bagian penting dalam memastikan mesin organisasi PRI berjalan secara efektif.

โ€œKami ingin memastikan bahwa struktur organisasi ini benar-benar hidup dan bekerja. Tidak hanya DPP, tetapi seluruh DPD, DPC, sampai PAC harus bergerak bersama-sama. Ini adalah bagian dari konsolidasi untuk menghadapi agenda politik nasional dan tahapan Pemilu yang akan datang,โ€ ujar Budi Pramono.

Sekjen: PRI Optimistis Melampaui Ambang Batas 5 Persen

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal DPP PRI juga menyampaikan optimisme partainya untuk dapat memperoleh dukungan masyarakat yang signifikan pada Pemilu mendatang.

Budi Pramono menyatakan bahwa Partai Rakyat Indonesia memiliki keyakinan dapat melampaui ambang batas 5 persen. Optimisme tersebut, menurutnya, tidak hanya dibangun melalui target politik, tetapi harus ditopang dengan kerja organisasi, konsolidasi kader, penguatan struktur, serta kemampuan partai membangun komunikasi dengan masyarakat.

โ€œPartai Rakyat Indonesia bisa melampaui lima persen. Tetapi tentu itu harus dibuktikan dengan kerja nyata, konsolidasi yang kuat, struktur yang lengkap, dan kehadiran partai di tengah-tengah masyarakat,โ€ tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan struktur organisasi di seluruh tingkatan akan menjadi salah satu fondasi bagi PRI dalam membangun basis organisasi dan memperluas komunikasi dengan masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan materi wawancara Sekjen yang menekankan bahwa partai politik baru membutuhkan struktur organisasi yang memenuhi ketentuan kepemiluan, sekaligus memiliki hubungan dan basis dukungan masyarakat.

Rapimnas Akan Libatkan DPD, DPC hingga PAC

Selain pengukuhan struktur kepengurusan, PRI juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) sebagai salah satu agenda penting konsolidasi organisasi.

Budi Pramono menjelaskan bahwa Rapimnas tidak boleh hanya menjadi kegiatan yang bersifat seremonial. Agenda tersebut harus menjadi ruang konsolidasi bersama yang mengakomodasi seluruh struktur partai dari tingkat pusat hingga daerah.

โ€œKami akan mengakomodir semua DPD, DPC, sampai PAC. Semua harus diberikan ruang untuk hadir, menyampaikan pandangan, membangun konsolidasi, dan bersama-sama menggelegarkan acara Rapimnas,โ€ kata Budi Pramono.

Menurut dia, keterlibatan seluruh tingkatan organisasi diperlukan agar keputusan dan agenda yang dihasilkan dalam Rapimnas dapat dipahami serta dilaksanakan secara bersama-sama.

Rapimnas juga diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh jajaran Partai Rakyat Indonesia dalam menghadapi tahapan politik dan kepemiluan yang akan datang.

Konsolidasi menuju Rapimnas sendiri telah menjadi agenda di sejumlah daerah. Salah satu laporan mengenai konsolidasi PRI di Sumatera Utara menyebutkan bahwa jajaran DPD dan DPC melakukan konsolidasi menjelang Rapimnas yang direncanakan berlangsung di Jakarta pada November 2026.

PRI Siap Hadapi Verifikasi Faktual

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal DPP PRI menegaskan bahwa partainya sangat siap menghadapi proses verifikasi faktual sebagai bagian dari persiapan menjadi peserta Pemilu.

Menurut Budi Pramono, kesiapan tersebut dibangun melalui konsolidasi struktur organisasi secara bertahap, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Pemenuhan administrasi, kepengurusan, keanggotaan, serta kesiapan struktur daerah menjadi perhatian utama partai.

โ€œPartai Rakyat Indonesia sangat siap untuk menghadapi verifikasi faktual dalam Pemilu yang akan datang. Kami terus melakukan konsolidasi, melengkapi struktur dan mempersiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan,โ€ ujarnya.

Dalam materi doorstop, PRI juga menegaskan bahwa proses verifikasi dan persyaratan kepemiluan dipandang bukan hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai proses untuk menunjukkan bahwa partai memiliki struktur organisasi dan dukungan masyarakat.

Budi Pramono menekankan bahwa kesiapan menghadapi verifikasi harus dilakukan secara menyeluruh. Struktur partai tidak cukup hanya kuat di tingkat DPP, tetapi harus memiliki kesinambungan hingga ke daerah.

โ€œDPP harus kuat, DPD harus siap, DPC harus siap, PAC juga harus siap. Semua tingkatan ini merupakan satu kesatuan organisasi. Karena itu, kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri,โ€ jelasnya.

Penguatan Organisasi dan Keterwakilan Masyarakat

Pengukuhan struktur kepengurusan DPP PRI juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara jajaran pengurus pusat dengan daerah.

Partai Rakyat Indonesia menempatkan struktur daerah sebagai salah satu instrumen penting untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi, serta menerjemahkan berbagai persoalan masyarakat ke dalam agenda organisasi.

Budi Pramono menegaskan bahwa keberadaan partai harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses politik. Menurutnya, partai politik memiliki tanggung jawab untuk membuka ruang partisipasi yang luas dan membangun komunikasi yang konstruktif dengan masyarakat.

Pandangan tersebut juga tercermin dalam materi wawancara Sekjen yang menekankan pentingnya keseimbangan antara efektivitas sistem politik dengan prinsip keterwakilan dan demokrasi, termasuk agar partai baru tetap memiliki ruang untuk membawa aspirasi masyarakat yang belum terwakili.

Karena itu, penguatan organisasi PRI diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif kepemiluan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Konsolidasi Berjenjang Menuju Pemilu

Dengan pengukuhan struktur DPP, konsolidasi PRI selanjutnya diarahkan untuk memperkuat struktur organisasi di daerah. DPD, DPC, dan PAC diharapkan dapat menjalankan fungsi organisasi secara aktif serta memperkuat koordinasi dengan DPP.

Penguatan struktur DPD dan DPC juga telah menjadi bagian dari agenda organisasi PRI. Dalam pemberitaan resmi partai, penataan struktur kepengurusan daerah disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi dan memastikan koordinasi antara tingkat pusat dan daerah berjalan efektif.

Budi Pramono menegaskan bahwa seluruh pengurus memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun organisasi.

โ€œIni bukan pekerjaan satu atau dua orang. Ini pekerjaan seluruh jajaran Partai Rakyat Indonesia. Kalau semua bergerak bersama, konsolidasi akan semakin kuat dan organisasi akan semakin siap menghadapi seluruh tahapan Pemilu,โ€ katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus agar menjaga soliditas dan menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, struktur organisasi yang kuat harus dibarengi dengan kaderisasi, kedisiplinan organisasi, komunikasi publik, serta kerja nyata di tengah masyarakat.

Menuju Partai yang Siap Berkompetisi

Pengukuhan struktur DPP, konsolidasi DPD-DPC-PAC, persiapan Rapimnas, serta kesiapan menghadapi verifikasi faktual menjadi rangkaian agenda PRI dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilu mendatang.

Bagi PRI, tahapan tersebut merupakan proses untuk memastikan bahwa organisasi memiliki fondasi yang kuat sekaligus mampu memberikan ruang partisipasi politik kepada masyarakat.

Dengan konsolidasi yang dilakukan secara berjenjang, Partai Rakyat Indonesia menyatakan kesiapannya menghadapi tahapan kepemiluan sekaligus membangun organisasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Sekretaris Jenderal DPP PRI kembali menegaskan optimisme bahwa dengan kerja organisasi yang terukur, konsolidasi yang solid, dan dukungan masyarakat, partainya memiliki target untuk melampaui ambang batas lima persen.

โ€œTarget lima persen itu bukan sekadar angka. Itu harus menjadi motivasi bagi seluruh kader dan pengurus untuk bekerja lebih keras, membangun organisasi, hadir di tengah masyarakat, dan memastikan Partai Rakyat Indonesia benar-benar siap menghadapi Pemilu,โ€ pungkas Budi Pramono.

Dengan semangat konsolidasi dari pusat hingga daerah, PRI kini mempersiapkan seluruh jajaran untuk menghadapi agenda Rapimnas serta tahapan verifikasi kepemiluan, sekaligus memperkuat keberadaan organisasi di tengah masyarakat.

Partai Rakyat Indonesia โ€” Maju Rakyatnya, Jaga Bangsanya.