JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news – Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui berbagai program prioritas yang berfokus pada penguatan karakter peserta didik dan transformasi pembelajaran berbasis teknologi. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda melalui program 7 Kebiasaan Indonesia Hebat.
Program tersebut menanamkan sejumlah nilai positif kepada peserta didik, mulai dari membiasakan bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, hingga menerapkan pola tidur yang teratur. Menurut Abdul Mu'ti, penguatan karakter menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan secara menyeluruh.
Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai modul pendukung guna mengintegrasikan pelaksanaan MBG dengan program pendidikan karakter di sekolah. Sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa program tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar, tingkat kehadiran siswa, serta capaian akademik.
Hingga 10 Juni 2026, pelaksanaan MBG telah menjangkau sekitar 80,7 persen peserta didik di Indonesia. Dari total lebih dari 53 juta siswa, sekitar 43 juta siswa telah menerima manfaat program tersebut. Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar peserta didik terpenuhi guna mendukung proses belajar yang lebih optimal.
Selain program MBG, pemerintah juga terus memperkuat transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah distribusi Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Pada tahun 2025, pemerintah telah menyalurkan sebanyak 288.865 unit IFP sebagai bagian dari upaya modernisasi sarana pembelajaran. Perangkat tersebut kini dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar untuk mendukung metode pembelajaran yang lebih interaktif, efektif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan IFP mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus mendorong semangat belajar peserta didik. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Melalui berbagai program prioritas tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, sehat, dan memiliki daya saing tinggi. Sinergi antara pemenuhan gizi, penguatan karakter, dan transformasi teknologi pendidikan diyakini menjadi fondasi penting menuju kemajuan pendidikan nasional yang berkelanjutan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar