JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news – menjadi pengalaman berharga bagi pasangan saudara kembar, Theadora Kennisya Naftali dan Theodora Keisya Zefanya. Bersama ratusan siswa dari SMA Negeri 2 Jakarta, keduanya mengikuti kunjungan edukatif ke kompleks Istana Kepresidenan Jakarta guna mempelajari sejarah dan sistem pemerintahan secara langsung.
Eksplorasi Ruang Kenegaraan
Dalam kegiatan tersebut, para siswa berkesempatan meninjau sejumlah ruang penting yang menjadi pusat aktivitas kenegaraan, mulai dari ruang kerja Presiden, ruang sidang kabinet, hingga ruang penerimaan tamu negara.
Kennisya mengaku takjub melihat langsung kemegahan bangunan yang selama ini hanya ia lihat melalui buku dan media digital.
“Ini pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Melihat langsung tempat bersejarah seperti ini memberikan pemahaman yang berbeda dibanding hanya belajar di kelas,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Keisya yang menilai lingkungan Istana sangat luas, tertata rapi, dan sarat nilai sejarah.
Selain tur lokasi, para siswa juga mendapatkan pemaparan mengenai mekanisme pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Materi tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan praktis kepada pelajar tentang tata kelola negara, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan peran generasi muda dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai siswa dengan minat di bidang seni rupa, Kennisya dan Keisya turut mengapresiasi berbagai koleksi karya seni yang menghiasi interior Istana. Lukisan-lukisan bersejarah karya maestro Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi keduanya.
Mereka mengaku antusias dapat melihat langsung karya yang sebelumnya hanya dipelajari secara teori. Pengalaman ini bahkan memotivasi Keisya untuk bercita-cita berkontribusi di bidang kebudayaan di masa depan.
Inspirasi tersebut juga dipengaruhi oleh keterlibatannya dalam kegiatan seni mural di Taman Ismail Marzuki bersama instansi kebudayaan setempat.
Di akhir kunjungan, Kennisya dan Keisya berharap program edukatif seperti ini dapat diperluas ke lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia.
Mereka menilai, akses langsung ke institusi pemerintahan dan situs bersejarah dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan mendalam bagi para siswa.
Selain itu, mereka juga mendorong berbagai kementerian dan lembaga negara untuk semakin terbuka dalam menyediakan program kunjungan edukatif sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.
Sumber: Humas Sekretariat Kabinet (Setkab) / Humas Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) — (Diolah dari laporan FID/UN).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar