Β 

JAKARTA,Pilarrakyatindonesia.news – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karangasem terus memperkuat pendidikan politik bagi generasi muda, khususnya pemilih pemula yang akan menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan KPU Karangasem adalah dengan turun langsung ke sekolah-sekolah melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dalam kegiatan tersebut, KPU menyisipkan materi mengenai Pemilu, demokrasi, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses politik.

Hingga Senin (20/7/2026), KPU Karangasem telah mendatangi 27 sekolah dari total 32 sekolah yang menjadi sasaran kegiatan sosialisasi. Roadshow tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen KPU untuk memberikan pemahaman politik sejak dini kepada para siswa yang sebagian di antaranya akan menjadi pemilih untuk pertama kalinya pada pemilihan langsung mendatang.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Karangasem, I Kadek Sukara, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar bertujuan memperkenalkan teknis pencoblosan kepada pemilih pemula. Lebih dari itu, KPU ingin memastikan para pemilih muda memahami arti penting dari pilihan politik yang mereka buat.

β€œIni bentuk komitmen kami dalam memastikan pemilih pemula tidak hanya datang ke TPS, tapi juga paham makna dari pilihan mereka,” ujar Sukara, Senin (20/7/2026).

Menurut Sukara, masa MPLS menjadi momentum yang tepat untuk memberikan pendidikan politik kepada para siswa. Kegiatan tersebut memungkinkan KPU bertemu langsung dengan para pelajar dalam suasana yang edukatif dan mudah diterima oleh generasi muda.

Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu, tetapi juga mencakup pemahaman dasar mengenai demokrasi, hak dan kewajiban sebagai warga negara, pentingnya menggunakan hak pilih, serta bagaimana menentukan pilihan secara bertanggung jawab.

KPU Karangasem juga berupaya menyampaikan materi dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik pemilih pemula. Dengan demikian, pendidikan politik tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat memberikan pemahaman praktis kepada siswa mengenai posisi mereka sebagai warga negara yang nantinya memiliki hak untuk menentukan pemimpin dan wakil rakyat melalui pemilihan umum.

Seluruh komisioner KPU Karangasem turut dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Keterlibatan jajaran komisioner dilakukan agar penyampaian informasi mengenai kepemiluan dapat dilakukan secara langsung dan komprehensif kepada para pelajar.

β€œKalau melihat jumlah sekolah yang memberikan ruang, ini termasuk tinggi di Bali. Artinya hubungan KPU dengan sekolah di Karangasem cukup kuat,” kata Sukara.

Tingginya jumlah sekolah yang memberikan ruang bagi KPU untuk melakukan sosialisasi dinilai menunjukkan adanya dukungan dari lingkungan pendidikan terhadap upaya peningkatan literasi demokrasi di kalangan pelajar.

KPU Karangasem memandang sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk pemahaman generasi muda mengenai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, kolaborasi antara penyelenggara Pemilu dan lembaga pendidikan dinilai penting untuk membangun kesadaran politik sejak usia sekolah.

Selain memberikan pemahaman mengenai teknis Pemilu, KPU Karangasem juga menekankan pentingnya partisipasi pemilih. Para siswa didorong untuk tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi ketika nantinya telah memiliki hak pilih.

Sukara menilai pemilih pemula memiliki peran strategis karena jumlahnya terus bertambah. Kelompok pemilih muda tersebut akan menjadi bagian dari generasi yang menentukan arah demokrasi Indonesia pada masa mendatang.

Karena itu, pendidikan politik bagi pemilih pemula perlu dilakukan secara berkelanjutan. Tidak cukup hanya memberikan informasi mengenai kapan dan bagaimana seseorang menggunakan hak pilih, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap suara memiliki konsekuensi terhadap kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan roadshow selama MPLS, KPU Karangasem berharap para siswa dapat memahami bahwa menggunakan hak pilih merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara. Pemilih pemula juga diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di media sosial, literasi politik menjadi semakin penting. Generasi muda dihadapkan pada berbagai informasi mengenai politik dan kepemiluan yang belum tentu seluruhnya benar. Oleh sebab itu, pembekalan sejak dini diharapkan dapat membantu siswa memilah informasi dan memahami proses demokrasi secara lebih objektif.

KPU Karangasem akan melanjutkan roadshow ke sekolah-sekolah yang belum mendapatkan sosialisasi. Dari total 32 sekolah yang menjadi sasaran, masih terdapat lima sekolah yang belum didatangi hingga 20 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi KPU Karangasem untuk memperluas jangkauan pendidikan pemilih sekaligus membangun kedekatan antara penyelenggara Pemilu dengan generasi muda.

Dengan semakin dekatnya pemilih pemula dengan informasi kepemiluan, KPU berharap partisipasi mereka dalam pemilihan langsung tidak hanya tinggi secara kuantitas, tetapi juga diiringi kualitas pemilih yang memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawab demokratisnya.

Langkah KPU Karangasem mendatangi sekolah-sekolah selama MPLS pada akhirnya bukan sekadar agenda sosialisasi. Kegiatan tersebut menjadi investasi pendidikan demokrasi untuk menyiapkan generasi muda Karangasem agar mampu mengambil bagian secara aktif dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Pemilih pemula diharapkan tidak sekadar hadir di tempat pemungutan suara, tetapi datang dengan pengetahuan, kesadaran, dan pertimbangan yang matang dalam menentukan pilihan. Dengan begitu, peningkatan partisipasi pemilih dapat berjalan beriringan dengan terwujudnya demokrasi yang semakin berkualitas.