Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Pusat Robotika Rakyat Indonesia (PRO RI) terus memperkuat langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan robotika bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi antara jajaran pengurus PRO RI dan Robotics Explorer yang digelar di Jakarta Barat, Rabu (17/6/2026).

Pertemuan ini bertujuan menyinkronkan program pendidikan robotika nasional sekaligus mempercepat implementasi sistem pembelajaran berbasis digital atau e-learning yang tengah dipersiapkan PRO RI untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPN PRO RI, Dedy Prihatin, bersama tim Departemen Pendidikan Robotika DPN PRO RI yang terdiri dari Indra Rusdin, Rayhan, dan Yukis. Hadir pula Jully Tjindrawan selaku pendiri dan pemilik Robotics Explorer yang juga merupakan Anggota Dewan Pakar PRO RI.

Dalam suasana diskusi yang konstruktif dan penuh semangat kolaborasi, kedua pihak membahas berbagai agenda strategis pengembangan pendidikan robotika nasional. Pembahasan meliputi penyusunan materi pembelajaran, standarisasi kurikulum, metode pelatihan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pendidikan robotika ke berbagai wilayah Indonesia.

Wakil Ketua DPN PRO RI, Dedy Prihatin, menegaskan bahwa sinergi antara PRO RI dan Robotics Explorer merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan robotika yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya model pembelajaran robotika yang aplikatif, mudah dipahami, dan dapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda yang akan menjadi talenta teknologi Indonesia di masa depan," ujarnya.

Menurut Dedy, pengalaman Robotics Explorer dalam mengembangkan pendidikan teknologi dan robotika menjadi modal berharga dalam mendukung berbagai program strategis yang tengah dijalankan PRO RI.

Sementara itu, Jully Tjindrawan menyambut baik sinkronisasi program yang dilakukan kedua pihak. Ia menilai gerakan robotika yang diinisiasi PRO RI memiliki visi besar dalam memperluas literasi teknologi hingga ke pelosok daerah.

"Robotika bukan lagi kebutuhan masa depan, tetapi kebutuhan masa kini. Generasi muda Indonesia harus diperkenalkan sejak dini dengan teknologi, kecerdasan buatan, dan otomatisasi agar mampu bersaing di tingkat global," kata Jully.

Secara terpisah, Ketua DPN PRO RI, Adityo Handoko, menjelaskan bahwa kegiatan koordinasi tersebut merupakan bagian dari percepatan implementasi program prioritas organisasi, khususnya pengembangan Platform E-Learning Robotika Nasional yang saat ini sedang memasuki tahap persiapan.

"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata dari program kerja PRO RI untuk menghadirkan solusi pendidikan robotika yang dapat diakses masyarakat secara luas. Kami ingin menciptakan sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi teknologi bangsa secara merata," ujar Adityo.

Ia menambahkan bahwa seluruh program yang dijalankan PRO RI sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia (PRI), Muhammad Nazaruddin, yang mendorong percepatan pembangunan sumber daya manusia unggul melalui penguasaan teknologi, inovasi, dan robotika.

Lebih dari sekadar pendidikan teknologi, program ini merupakan bagian dari visi besar PRO RI untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi dan solusi berbasis robotika untuk menjawab berbagai tantangan bangsa.

Melalui kolaborasi antara PRO RI dan Robotics Explorer, diharapkan lahir berbagai program pendidikan robotika yang dapat menjangkau sekolah, komunitas, pesantren, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan teknologi dan robotika di kawasan Asia menuju Indonesia Emas 2045.