Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan kronologi awal dugaan kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, yang melibatkan rangkaian kereta rel listrik (KRL) serta kereta api jarak jauh.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa insiden bermula ketika KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper sebuah mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL tidak dapat melanjutkan perjalanan normal dan harus dievakuasi.

“Berdasarkan kronologi awal, insiden bermula saat KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang,” ujar Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4).

KRL tersebut kemudian ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berjalan di luar jadwal operasional. Dampaknya, satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang diberhentikan di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, situasi semakin kompleks ketika KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti secara penuh dan akhirnya terlibat insiden dengan KRL PLB 5568 yang tengah berhenti.

Kemenhub bersama PT Kereta Api Indonesia langsung melakukan koordinasi intensif guna memastikan proses evakuasi berjalan optimal. Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan petugas di lapangan.

Untuk mendukung penanganan, Posko Tanggap Darurat didirikan di Stasiun Bekasi Timur, sementara korban luka mendapatkan perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan. Pendataan korban hingga kini masih terus dilakukan.

Kemenhub juga mendukung penuh investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan menyeluruh.

Dudy menegaskan bahwa pihaknya memberikan ruang bagi KNKT untuk melakukan investigasi independen agar hasilnya dapat menjadi dasar evaluasi komprehensif ke depan, khususnya terkait peningkatan keselamatan transportasi, termasuk di perlintasan sebidang.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto turut meninjau langsung korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi pada Selasa pagi. Dalam kunjungannya, Presiden menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga yang terdampak serta menegaskan pentingnya investigasi menyeluruh.

“Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kami segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” ujar Presiden.

Pemerintah memastikan seluruh korban akan mendapatkan penanganan terbaik serta hak-haknya sesuai ketentuan yang berlaku. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk terus meningkatkan sistem keselamatan transportasi nasional agar lebih andal dan aman di masa mendatang.