Jakarta, pilarrakyatindonesia.news - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Di tengah kurs rupiah yang masih berada di kisaran Rp17 ribuan per dolar AS, pemerintah optimistis berbagai kebijakan baru dapat mendorong penguatan mata uang nasional menuju level Rp15.000.

Menurut Purbaya, sejumlah strategi akan mulai dijalankan dalam waktu dekat guna memperkuat stabilitas pasar keuangan nasional. Salah satu fokus utama pemerintah ialah memastikan arus devisa hasil ekspor tetap berputar di dalam negeri.

Kebijakan tersebut akan diperkuat melalui penerapan aturan baru mengenai Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang dijadwalkan berlaku mulai awal Juni 2026. Dengan regulasi ini, pendapatan devisa dari sektor ekspor, termasuk komoditas unggulan seperti batu bara dan minyak sawit mentah (CPO), diharapkan lebih banyak tersimpan di sistem keuangan domestik.

Pemerintah menilai, meningkatnya cadangan devisa dalam negeri dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas kurs rupiah. Selain itu, langkah ini juga diharapkan memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih berfluktuasi.

Tidak hanya mengandalkan kebijakan DHE SDA, pemerintah juga terus menjaga kepercayaan investor melalui stabilisasi pasar surat utang negara. Selama beberapa waktu terakhir, langkah intervensi di pasar obligasi dilakukan untuk menjaga keseimbangan imbal hasil (yield) agar tetap menarik dan tidak memicu keluarnya modal asing secara besar-besaran.
Stabilitas pasar obligasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga aliran investasi asing ke Indonesia. Ketika kondisi pasar dinilai kondusif, investor global cenderung lebih percaya untuk mempertahankan maupun menambah investasinya.

Berdasarkan data pemerintah, intervensi pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder juga telah dilakukan guna menjaga kestabilan pasar keuangan nasional. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek sekaligus jangka menengah untuk menopang penguatan rupiah.

Meski tantangan ekonomi global masih membayangi, pemerintah optimistis kombinasi kebijakan fiskal, pengelolaan devisa ekspor, serta stabilisasi pasar keuangan dapat membantu rupiah bergerak lebih kuat dalam beberapa waktu mendatang.