JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news β€” PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) memperluas portofolio bisnisnya di sektor pertambangan melalui anak perusahaannya, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), yang resmi mengakuisisi 45% saham PT Sumber Bara Abadi.

Langkah strategis tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha perseroan, memperkuat portofolio bisnis di sektor energi dan pertambangan, serta mengoptimalkan potensi aset tambang di Kalimantan Timur.

Dalam pemberitahuan yang ditujukan kepada Kepala Divisi Penilaian 3 PT Bursa Efek Indonesia (BEI), BIKE menyampaikan bahwa PT Sumber Bara Abadi merupakan perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi.

Berdasarkan informasi yang disampaikan perseroan, izin tersebut tercatat dengan nomor SK 64/1/IUP/PMA/2017. Wilayah operasional tambang mencakup area seluas 4.909 hektare yang terletak di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu aktivitas operasionalnya tercatat berada di Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu.

Cadangan Batu Bara 86 Juta Metrik Ton

PT Sumber Bara Abadi memiliki potensi cadangan batu bara sekitar 86 juta metrik ton. Dengan potensi tersebut, BIKE memproyeksikan pendapatan perusahaan sebesar US$84 juta, dengan rata-rata produksi mencapai 2 juta metrik ton per tahun.

Perseroan juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga 4 juta metrik ton per tahun mulai 2029. Target tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan operasional untuk mengoptimalkan potensi tambang sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap portofolio bisnis perusahaan.

Direktur I PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk, Muhamad Kuswandi, ST., SH., MM., menjelaskan bahwa akuisisi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat bisnis perusahaan dan mengamankan rantai pasok.

β€œKandungan batu bara yang mencapai sekitar 86 juta metrik ton, kami proyeksikan pendapatan perusahaan sebesar USD 84.000.000 dengan rata-rata produksi 2 juta metrik ton per tahun. Namun demikian, kami akan tingkatkan produksi mencapai 4 juta metrik ton per tahun mulai tahun 2029,” tulis Muhamad Kuswandi dalam pemberitahuan perseroan.

Akuisisi Mencakup Fasilitas Pendukung Tambang

Dalam keterangannya, Kuswandi juga menyampaikan bahwa transaksi tersebut mencakup fasilitas pelabuhan beserta inventaris conveyor belt, kantor, dan peralatan lainnya yang mendukung kegiatan operasional pertambangan.

β€œAkuisisi saham mayoritas ini termasuk fasilitas pelabuhan beserta inventaris conveyor belt, kantor dan peralatan lainnya dan merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat portofolio bisnis dan mengamankan rantai pasok. Kami melihat potensi besar pada tata kelola aset tambang ini dan berkomitmen membawa keahlian teknologi serta manajemen kami untuk mengoptimalkan efisiensi produksi,” tulis Muhamad Kuswandi, ST., SH., MM., selaku Direktur I PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk.

Ketersediaan fasilitas pendukung tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan produksi dan distribusi batu bara. Perseroan juga berkomitmen memanfaatkan keahlian teknologi dan manajemen untuk meningkatkan efisiensi serta mengoptimalkan pengelolaan aset pertambangan.

Melalui pengembangan tersebut, BIKE berupaya memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan nilai strategis aset yang masuk ke dalam portofolio bisnisnya.

BIKE Berkomitmen Menyampaikan Perkembangan Proyek

BIKE menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait seiring perkembangan proyek, sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi perusahaan tercatat.

Akuisisi 45% saham PT Sumber Bara Abadi melalui PNE menjadi bagian dari langkah ekspansi BIKE di sektor pertambangan. Dengan potensi cadangan batu bara sekitar 86 juta metrik ton serta target peningkatan produksi mulai 2029, perkembangan operasional dan realisasi rencana bisnis tersebut akan menjadi aspek penting untuk dicermati ke depan.