JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news– Arsenal harus mengakui keunggulan wakil Spanyol, Real Betis, setelah menelan kekalahan 1-3 dalam pertandingan uji coba pramusim yang berlangsung di Aviva Stadium, Dublin, Kamis (6/8/2026). Seluruh gol dalam pertandingan tersebut tercipta pada babak pertama, sementara babak kedua berlangsung lebih terbuka namun tanpa tambahan gol.

Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi pelatih Arsenal dalam mengevaluasi performa tim menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027. Meski sempat menunjukkan permainan menyerang sejak menit awal, The Gunners justru kesulitan mengatasi efektivitas serangan Real Betis yang tampil disiplin dan tajam dalam memanfaatkan peluang.

Arsenal sebenarnya mengawali pertandingan dengan intensitas tinggi. Mereka langsung memberikan tekanan ke lini pertahanan Betis dan hampir membuka keunggulan pada menit-menit awal. Penyerang anyar Victor Gyokeres mendapatkan kesempatan emas di depan gawang setelah menerima umpan matang dari rekannya.

Namun peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol. Seorang pemain belakang Real Betis melakukan penyelamatan krusial dengan menyapu bola tepat di garis gawang sehingga skor tetap bertahan imbang.

Kegagalan memanfaatkan peluang justru harus dibayar mahal oleh Arsenal. Real Betis sukses memecah kebuntuan pada menit kesembilan melalui Rodrigo Riquelme. Gol bermula dari situasi sepak pojok yang tidak mampu diamankan dengan sempurna oleh kiper Arsenal, Kepa Arrizabalaga.

Kepa yang keluar dari sarangnya gagal menguasai bola sehingga bola liar jatuh ke kaki Riquelme. Tanpa kesulitan berarti, pemain Betis itu langsung melepaskan tembakan ke tiang jauh dan membawa timnya unggul 1-0.

Kepercayaan diri Real Betis semakin meningkat setelah gol pembuka tersebut. Tim asal Andalusia itu mampu menguasai ritme permainan dan beberapa kali memaksa Arsenal bertahan lebih dalam.

Dominasi tersebut berbuah gol kedua pada menit ke-26. Kali ini Nelson Deossa menunjukkan kualitasnya lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Sepakan bertenaga yang mengarah ke pojok kiri gawang tidak mampu dijangkau Kepa Arrizabalaga sehingga skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Betis.

Tertinggal dua gol membuat Arsenal meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil enam menit berselang. Berawal dari situasi bola mati, Arsenal berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Piero Hincapié.

Bek asal Ekuador itu memanfaatkan kemelut di depan gawang hasil skema sepak pojok untuk menaklukkan penjaga gawang Real Betis. Gol tersebut sempat membangkitkan optimisme Arsenal untuk mengejar ketertinggalan sebelum turun minum.

Namun harapan itu tidak bertahan lama. Real Betis kembali menunjukkan efektivitas permainan mereka dengan mencetak gol ketiga menjelang akhir babak pertama. Pablo Fornals melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke gawang Arsenal.

Kepa Arrizabalaga hanya mampu melihat bola bersarang di dalam gawangnya tanpa sempat melakukan penyelamatan. Gol tersebut sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1 untuk Real Betis.

Memasuki babak kedua, Arsenal mencoba melakukan sejumlah penyesuaian permainan. Mereka tampil lebih agresif dalam membangun serangan dan berusaha menekan pertahanan lawan sejak awal.

Meski demikian, Real Betis tetap mampu menjaga organisasi permainan dengan baik. Tim asuhan mereka beberapa kali melancarkan serangan balik cepat yang cukup membahayakan.

Salah satu peluang terbaik Betis hadir melalui aksi kreatif Isco. Mantan gelandang Real Madrid itu hampir memperbesar keunggulan lewat penyelesaian backheel di depan gawang. Beruntung bagi Arsenal, Kepa Arrizabalaga mampu melakukan penyelamatan sehingga skor tidak berubah.

Di sisi lain, Arsenal juga memperoleh kesempatan emas untuk memperkecil ketertinggalan. Gabriel Jesus yang menerima umpan tarik di dalam kotak penalti berhasil menyambar bola dengan satu sentuhan. Namun arah tembakannya masih melebar tipis dari sasaran.

Hingga peluit panjang dibunyikan, kedua tim gagal mencetak gol tambahan. Real Betis pun mengakhiri laga dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Arsenal.

Hasil ini menjadi modal positif bagi Real Betis dalam melanjutkan persiapan menghadapi musim baru. Sebaliknya, Arsenal mendapatkan sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam memperbaiki koordinasi lini belakang dan meminimalkan kesalahan individu yang berujung pada gol lawan.

Meski hanya berstatus laga pramusim, pertandingan ini memberikan banyak pelajaran bagi kedua tim. Arsenal masih memiliki waktu untuk membenahi performa sebelum kompetisi resmi dimulai, sementara Real Betis menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas untuk bersaing menghadapi klub-klub papan atas Eropa.

Susunan Pemain

Arsenal: Kepa Arrizabalaga, Ben White, Cristhian Mosquera, Piero Hincapié, Riccardo Calafiori, Kai Havertz, Myles Lewis-Skelly, Ethan Nwaneri, Max Dowman, Victor Gyokeres, Christos Tzolis.

Real Betis: Álvaro Vallés, Héctor Bellerín, Marc Bartra, Natan Bernardo de Souza, Fran García, Pablo Fornals, Fran Bernal, G. Bouare Samake, Pablo García, Nelson Deossa, Rodrigo Riquelme.