Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak volatil pada perdagangan Kamis (21/5/2026), setelah sebelumnya ditutup melemah 0,82 persen ke level 6.318,50.

Pada perdagangan Rabu, IHSG sempat bergerak di level tertinggi 6.459,56 dan terendah 6.352,20. Pergerakan indeks terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kerangka makroekonomi dalam rancangan APBN 2027 di DPR.

Dalam pidatonya, Presiden juga mengungkap kebijakan baru terkait pengaturan ekspor hasil sumber daya alam (SDA) melalui entitas bentukan pemerintah. Kebijakan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar.

Analis Phintraco Sekuritas menilai investor masih cenderung bersikap wait and see sambil mencermati dampak dari asumsi RAPBN 2027 serta aturan baru ekspor SDA tersebut.

“Diperkirakan investor akan cenderung wait and see terlebih dahulu menyikapi asumsi RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor SDA,” tulis analis Phintraco dalam risetnya.

Secara teknikal, Phintraco menyebut indikator Stochastic RSI pada IHSG telah berada di area oversold dan berpotensi membentuk pola Golden Cross. Sementara itu, histogram negatif pada indikator MACD masih berlanjut.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan level support di kisaran 6.200–6.250 dan resistance pada area 6.400–6.450.

Di sisi lain, pasar juga merespons keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis points (bps).

Kenaikan ini menjadi yang pertama dalam dua tahun terakhir sejak April 2025. Langkah BI tersebut dinilai perlu dicermati investor, terutama terkait dampaknya terhadap nilai tukar rupiah dan sejumlah sektor industri.

Analis Phintraco mengingatkan bahwa kenaikan suku bunga dapat memberikan tekanan terhadap sektor properti dan perusahaan dengan tingkat utang tinggi.

“Serta perlu diwaspadai dampak negatifnya terhadap sektor properti dan perusahaan yang banyak memiliki hutang,” jelas analis Phintraco.

Sementara itu, dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah tercatat menguat 0,29 persen ke level Rp17.654 per dolar AS pada perdagangan Rabu. Meski demikian, sejak awal tahun rupiah masih melemah sekitar 5,84 persen terhadap dolar Amerika Serikat.