Transformasi TPST Bantargebang Dimulai, DKI Target Hentikan Open Dumping pada 2029
JAKARTA β Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Transformasi tersebut diarahkan untuk mengakhiri praktik open dumping dan menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap hingga 2029.
Program ini merupakan bagian dari Roadmap Pengelolaan Sampah Jakarta 100 Persen Terkelola yang disusun bersama Kementerian Lingkungan Hidup. Perubahan dilakukan secara bertahap untuk memastikan pengelolaan sampah tetap berjalan sekaligus meningkatkan perlindungan lingkungan dan keselamatan di kawasan Bantargebang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan proses transformasi dilakukan dengan perencanaan yang terukur agar tidak mengganggu operasional TPST Bantargebang.
βPemprov DKI memiliki arah pembenahan yang jelas dan terukur. Transformasi dilakukan bertahap agar pelayanan tetap berjalan, sementara perlindungan terhadap lingkungan dan keselamatan seluruh pihak di kawasan Bantargebang terus ditingkatkan,β ujar Dudi, Rabu (22/7).
Tahap awal transformasi dimulai pada 2026 melalui penutupan area pembuangan sampah menggunakan media pelindung yang selanjutnya diperkuat dengan geomembrane. Material kedap air tersebut digunakan untuk membantu mengurangi potensi pencemaran air tanah serta emisi gas dari timbunan sampah.
Pemasangan media pelindung telah dimulai di bagian atas Zona 2 sejak Jumat (17/7). Setelah satu area ditutup, aktivitas pembuangan akan dialihkan ke titik lain yang telah dipersiapkan.
Pola tersebut memungkinkan proses penataan, perawatan, dan penutupan zona dilakukan secara bertahap tanpa menghentikan layanan pengelolaan sampah.
Selain melakukan penataan kawasan landfill, Pemprov DKI juga mengubah pola pengiriman sampah menuju Bantargebang.
Mulai 1 Agustus 2026, sekitar 25 persen sampah yang masuk ditargetkan telah berupa residu hasil pengolahan. Artinya, sampah yang dikirim tidak lagi seluruhnya berupa sampah campuran yang langsung ditimbun.
Pengolahan dan pemilahan sampah sebelum dikirim ke Bantargebang diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang harus ditimbun sekaligus meningkatkan pemanfaatan material yang masih memiliki nilai guna.
Transformasi TPST Bantargebang juga mencakup peningkatan standar keselamatan dan perlindungan lingkungan.
DLH DKI telah melakukan pemetaan terhadap area yang berpotensi mengalami longsor, memperkuat kestabilan lereng, memetakan aktivitas masyarakat dan pemulung, serta meningkatkan fasilitas sanitasi.
Desain penutupan zona menggunakan geomembrane juga disiapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan mengurangi dampak lingkungan dari timbunan sampah.
Pemprov DKI menetapkan sejumlah target dalam roadmap transformasi Bantargebang.
Pada 2027, media pelindung ditargetkan diterapkan di dua titik pembuangan. Pada tahun yang sama, sekitar 50 persen sampah yang masuk ditargetkan sudah berupa residu hasil pengolahan.
Selanjutnya pada 2028, penerapan sistem controlled landfill diperluas menjadi tiga titik pembuangan. Sebanyak 75 persen sampah yang masuk ditargetkan telah melalui proses pengolahan, disertai penutupan zona landfill yang sudah tidak aktif.
Kemudian pada 2029, seluruh sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang ditargetkan telah melalui proses pengolahan. Dengan demikian, hanya residu yang akan ditimbun dan praktik open dumping diharapkan dapat dihentikan sepenuhnya.
Dudi menegaskan keberhasilan transformasi Bantargebang tidak hanya bergantung pada pemerintah. Partisipasi masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumber juga menjadi faktor penting.
Semakin banyak sampah yang dipilah dan diolah sebelum dikirim ke Bantargebang, semakin kecil volume sampah yang harus ditimbun.
βSemakin banyak sampah yang dipilah dan diolah sebelum dikirim ke Bantargebang, semakin sedikit yang harus ditimbun. Pemprov DKI berkomitmen menjalankan perubahan ini secara konsisten agar Bantargebang menjadi lebih aman, tertata, dan ramah lingkungan,β tandasnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar