Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news β€” Memasuki usia satu tahun pada Sabtu (8/8/2026), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih merayakan hari jadinya dengan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat.

Peringatan HUT ke-1 PRI NTT diisi dengan konsolidasi organisasi yang dipadukan dengan kegiatan sosial serta penanaman bibit sawi putih di Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PRI NTT untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat desa melalui sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi.

Kegiatan dihadiri Ketua DPD PRI NTT Vicoas Amalo, Sekretaris DPD PRI NTT Bunggati Umbu Weni, Bendahara DPD PRI NTT Andyos Manu, serta Ketua DPC PRI Kabupaten TTS Abdon I. Bonat Tafuli bersama jajaran pengurus.

Turut hadir Ketua DPD Perempuan Rakyat Indonesia (PERI) Provinsi NTT, Actry Mevy Amalo.

HUT PRI Diisi Kerja Nyata

Ketua DPD PRI NTT Vicoas Amalo mengatakan peringatan HUT pertama PRI tidak ingin hanya menjadi kegiatan seremonial internal.

Menurutnya, momentum satu tahun PRI harus dimanfaatkan untuk turun langsung ke tengah masyarakat dan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

β€œPeringatan satu tahun PRI NTT hari ini kami isi dengan kerja nyata di lapangan. Penanaman sawi putih di Desa Mnelalete adalah bagian dari komitmen kami mendorong kemandirian pangan lokal dan memperkuat basis ekonomi masyarakat,” ujar Vicoas di sela-sela kegiatan.

Penanaman bibit sawi putih dipilih sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap potensi pertanian masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pengurus PRI untuk berinteraksi langsung dengan warga dan melihat lebih dekat potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di tingkat desa.

Serap Aspirasi dan Perkuat Struktur

Selain kegiatan penanaman bibit hortikultura, jajaran DPD dan DPC PRI juga memanfaatkan momentum HUT ke-1 untuk menyerap aspirasi masyarakat Desa Mnelalete.

Dialog bersama warga menjadi bagian dari upaya PRI NTT memahami kebutuhan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara partai dan masyarakat.

Di sisi internal, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat soliditas kepengurusan hingga tingkat desa.

Konsolidasi organisasi dinilai penting untuk memastikan struktur PRI NTT semakin kuat serta mampu menjalankan berbagai agenda sosial dan politik di daerah.

Bagi PRI NTT, peringatan satu tahun menjadi titik awal untuk memperluas kerja-kerja kerakyatan. Tidak hanya melalui kegiatan politik, tetapi juga lewat pemberdayaan masyarakat, pertanian, dan penguatan ekonomi lokal.

Dengan semangat β€œSatu Tahun Mengabdi, Sejuta Harapan untuk Negeri”, PRI NTT menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat serta mendorong potensi desa menjadi kekuatan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.