Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menuntaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga selesai dan memastikan tidak ada proyek yang mangkrak di tengah jalan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri groundbreaking 13 proyek hilirisasi strategis, Kamis (30/4/2026). Ia menekankan bahwa program MBG akan terus berjalan meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan dan keraguan dari sejumlah pihak.

“Saudara-saudara kita sudah menghasilkan MBG puluhan juta dan kita akan teruskan sampai selesai. Banyak kekurangan kita selesaikan. Banyak yang takut ini berhasil,” ujar Prabowo.

Menurut kepala negara, program MBG memberikan dampak besar karena mampu menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat. Distribusi makanan dilakukan hingga lima kali dalam sepekan, termasuk menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil dan lanjut usia.

Prabowo juga menyoroti bahwa skala program ini tergolong luar biasa dan belum banyak dilakukan oleh negara lain. Ia menantang pihak-pihak yang meragukan keberhasilan program tersebut untuk melihat langsung implementasinya.

“Di mana ada negara bisa memberi makan lebih dari 60 juta orang, lima kali seminggu, yang ibu-ibu hamil diantar makan, orang-orang tua, lansia yang tidak berdaya diantar makan. Kasih lihat di mana, negara mana,” katanya.

Meski demikian, Prabowo mengakui bahwa negara besar seperti China mungkin memiliki kapasitas serupa. Namun ia menegaskan bahwa Indonesia kini mulai menjadi rujukan, dengan sejumlah negara tertarik mempelajari penerapan program MBG.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa program ini juga membawa dampak positif bagi sektor pertanian. Petani kini mendapatkan kepastian pasar karena hasil panen mereka diserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga mengurangi ketergantungan pada tengkulak.

“Kita sudah merasakan manfaatnya. Petani-petani yang tadinya hasil panennya tidak terbeli. Begitu dia panen mangga, mangganya tidak diambil, rusak di kebun. Panennya tidak diserap. Tengkulak datang banting harga,” paparnya.

Dengan berbagai manfaat tersebut, pemerintah optimistis program MBG tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.