Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan perbaikan sekitar 1.800 perlintasan kereta api di seluruh Indonesia. Instruksi tersebut disampaikan kepada Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyiddin, menyusul insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi.

Perintah itu muncul setelah terjadinya kecelakaan antara KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB. Presiden menilai perbaikan sistem perlintasan menjadi hal mendesak guna meningkatkan keselamatan transportasi publik.

"Saya sudah perintahkan, segera kami akan perbaiki semua lintasan tersebut," ujar Prabowo saat mengunjungi korban kecelakaan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Dalam keterangannya, Presiden mengungkapkan bahwa banyak perlintasan kereta api di Indonesia masih belum memenuhi standar keselamatan. Ia menyoroti sejumlah titik yang belum dilengkapi penjaga perlintasan maupun infrastruktur penunjang seperti jembatan penyeberangan (flyover).

Prabowo juga menyinggung bahwa sebagian besar jalur perlintasan tersebut merupakan peninggalan era kolonial yang belum mengalami pembaruan signifikan. Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan secara menyeluruh dan bertahap.

Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi kereta api di Tanah Air.