Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news — Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesia Pickleball Federation (IPF) Lampung mulai tancap gas mempersiapkan diri menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Ketua Umum Pengprov IPF Lampung, Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk membawa atlet pickleball Lampung tampil pada ajang olahraga nasional tersebut.

Hal itu disampaikan Abdul Haris dalam kegiatan silaturahmi bersama Pengurus Besar (PB) IPF yang digelar di Net & Racket Club, Kedamaian, Bandar Lampung, Minggu (9/8/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Wasekjen PB IPF Hardini Puspasari dan Amir yang hadir sebagai perwakilan Ketua Umum PB IPF Muhammad Nazaruddin. Sejumlah pengurus Pengprov IPF Lampung juga hadir, di antaranya Waketum I Meini Ilhamuddin, Sekum Daniel Tri Hardanto, serta Bendum Rusdi Sagaf.

Baru Terbentuk, IPF Lampung Langsung Bidik PON

Abdul Haris mengatakan kepengurusan IPF Lampung saat ini baru kembali terbentuk setelah sebelumnya sempat mengalami kevakuman.

Meski demikian, ia memastikan jajaran pengurus baru memiliki semangat untuk membangun dan mengembangkan olahraga pickleball di Lampung.

Menurut Haris, salah satu target utama yang ingin dicapai adalah mengantarkan atlet Lampung ke PON 2028.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar atlet pickleball Lampung bisa tampil di PON 2028,” kata Haris.

Untuk mewujudkan target tersebut, ia berharap PB IPF memberikan dukungan penuh, terutama dalam pengembangan organisasi, pembinaan atlet, hingga sosialisasi olahraga pickleball kepada masyarakat Lampung.

“Sebagai pengurus yang baru terbentuk, kami berharap PB IPF memberikan dukungan kepada kami,” imbuhnya.

PB IPF Siap Beri Dukungan

Menanggapi harapan tersebut, Wasekjen PB IPF Hardini Puspasari memastikan pihaknya akan memberikan dukungan kepada IPF Lampung.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf Ketua Umum PB IPF Muhammad Nazaruddin yang belum dapat hadir dalam kegiatan tersebut karena memiliki agenda lain di Jakarta.

“Sebelumnya kami ingin menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Nazaruddin kepada teman-teman pengurus IPF di Lampung karena tidak bisa hadir di sini. Sebab, beliau ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan sehingga harus pulang ke Jakarta pagi ini,” ujar Hardini.

Hardini juga memastikan PB IPF siap mendukung berbagai kegiatan IPF Lampung, termasuk rencana pelantikan kepengurusan yang ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026.

Ia meminta pengurus Lampung segera menyerahkan susunan kepengurusan agar proses administrasi dapat segera dilakukan.

“Kami minta teman-teman di Lampung segera menyerahkan susunan pengurus ke kami untuk segera diproses, sehingga pelantikan bisa dilaksanakan bulan ini juga,” ucapnya.

Pickleball Bukan Sekadar Olahraga

Dalam kesempatan tersebut, Hardini menekankan bahwa pickleball tidak seharusnya hanya dipandang sebagai olahraga yang sedang populer.

Menurutnya, pickleball merupakan olahraga yang dapat mempertemukan anak muda, keluarga, komunitas, atlet, dunia pendidikan hingga dunia usaha.

“Pickleball adalah gerakan yang mempertemukan anak muda, keluarga, komunitas, atlet, dunia pendidikan, hingga dunia usaha dalam satu lapangan yang sama,” jelas Hardini.

Ia menyebut pickleball relatif mudah dipelajari dan bersifat inklusif. Namun, olahraga tersebut tetap membutuhkan strategi, disiplin, konsistensi, serta mental juara.

Karena itu, PB IPF ingin membangun pickleball sebagai cabang olahraga yang memiliki sistem pembinaan, kompetisi, prestasi, serta masa depan yang jelas di Indonesia.

Tiga Fokus Pengembangan Pickleball

Hardini menyebut setidaknya ada tiga hal penting yang harus dibangun secara bersama-sama untuk mengembangkan pickleball di Indonesia.

Pertama, pembinaan atlet. Menurutnya, ekosistem pembinaan harus dibangun sejak tingkat dasar hingga nasional dan internasional.

Anak-anak dan generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal pickleball sejak dini. Ia menegaskan atlet berprestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan disiplin, pelatih berkualitas, kompetisi sehat, serta lingkungan yang mendukung.

Kedua, kompetisi. IPF didorong untuk memperbanyak turnamen yang profesional, terukur, transparan, dan berjenjang.

Kompetisi tersebut diharapkan dapat digelar mulai dari tingkat komunitas, sekolah, kampus, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

“Dari sinilah kita menemukan talenta-talenta terbaik bangsa. Dan dari sinilah kita membangun mental kompetitif atlet Indonesia,” ungkapnya.

Ketiga, kolaborasi. Hardini menilai pengembangan pickleball membutuhkan dukungan banyak pihak, mulai dari pemerintah, KONI, dunia pendidikan, sponsor, dunia usaha, komunitas, media, hingga stakeholder olahraga lainnya.

“Karena membangun olahraga bukan pekerjaan satu orang. Ini adalah kerja bersama,” tegasnya.

Hardini optimistis dengan kolaborasi yang kuat, tata kelola organisasi yang profesional, serta pembinaan atlet yang berkelanjutan, pickleball Indonesia dapat berkembang dari sekadar olahraga rekreasi menjadi cabang olahraga yang mampu membawa nama Indonesia ke tingkat dunia.

Bagi IPF Lampung, pembentukan kembali kepengurusan menjadi momentum untuk memulai langkah baru. Target tampil di PON 2028 pun menjadi salah satu motivasi utama untuk mempercepat pembinaan dan pengembangan pickleball di Provinsi Lampung.