Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news β Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pasokan air irigasi dan air baku masyarakat, terutama saat musim kemarau. Infrastruktur sumber daya air tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ketahanan air di wilayah Aceh.
Pembangunan Bendungan Keureuto merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) di sektor pengelolaan sumber daya air. Selain menjamin pasokan air untuk sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat, bendungan ini juga dirancang untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Aceh Utara dan wilayah sekitarnya.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah terus mengoptimalkan fungsi bendungan sebagai infrastruktur vital dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, termasuk ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.
"Kehadiran Bendungan Keureuto ini menjadi benteng utama kita di Provinsi Aceh dalam menjaga ketersediaan pasokan air saat musim kemarau tiba. Infrastruktur ini tidak hanya mengamankan pasokan air irigasi untuk mendukung kedaulatan pangan, tetapi juga memberikan perlindungan dari risiko banjir serta menyediakan sumber air bersih yang andal bagi masyarakat," ujar Dody.
Bendungan Keureuto memiliki kapasitas tampung mencapai 215,9 juta meter kubik. Air yang tersimpan akan dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 9.420 hektare lahan pertanian di Kabupaten Aceh Utara. Dengan ketersediaan air yang lebih stabil, intensitas tanam petani diproyeksikan meningkat dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun sehingga dapat mendorong peningkatan produksi pertanian.
Selain mendukung sektor pertanian, bendungan ini juga mampu memasok air baku sebesar 500 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, keberadaan Bendungan Keureuto diperkirakan dapat mengurangi debit banjir hingga 30,5 persen atau sekitar 749 meter kubik per detik, sehingga membantu meminimalkan dampak banjir musiman di kawasan hilir.
Tak hanya itu, Bendungan Keureuto juga memiliki potensi pengembangan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) dengan kapasitas 6,34 megawatt (MW). Pemanfaatan multifungsi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari penguatan sektor pertanian, penyediaan air bersih, pengendalian banjir, hingga penyediaan energi terbarukan bagi masyarakat.
Melalui optimalisasi operasional Bendungan Keureuto, Kementerian PU berharap infrastruktur sumber daya air ini mampu menjadi penopang utama ketahanan pangan, ketahanan air, dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Aceh.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar