Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah yang difokuskan untuk membangun masa depan generasi bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam dialog bersama mahasiswa dari berbagai organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Indonesia terkait pembangunan nasional dan ketahanan pangan.

Dalam forum tersebut, Amran menanggapi berbagai pandangan publik mengenai program MBG yang saat ini menjadi perhatian masyarakat. Ia menekankan bahwa program tersebut tidak dibangun untuk kepentingan politik jangka pendek, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurut Amran, penerima manfaat utama program MBG adalah anak-anak sekolah dan kelompok rentan, termasuk ibu hamil. Pemerintah menilai pemenuhan gizi yang baik sejak dini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

“Program ini bukan hanya soal makan gratis, tetapi investasi besar untuk masa depan bangsa. Kita ingin menciptakan generasi yang lebih kuat, sehat, dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Amran dalam diskusi tersebut.

Selain berdampak pada sektor kesehatan dan pendidikan, Amran juga menyoroti manfaat ekonomi yang dihasilkan dari pelaksanaan program MBG. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan pangan dalam jumlah besar akan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani, peternak, serta pelaku usaha pangan lokal di berbagai daerah.

Dengan meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program tersebut, pemerintah optimistis hasil produksi pertanian nasional dapat terserap secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Amran menambahkan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan program MBG sebagai salah satu prioritas strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membangun kualitas generasi penerus bangsa.

Program tersebut dinilai tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga diproyeksikan menjadi pondasi penting dalam pembangunan Indonesia menuju generasi emas di masa mendatang.