Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman bergerak cepat merespons laporan mahasiswa terkait berbagai kendala di sektor pertanian. Pemerintah pun langsung mengambil langkah tegas untuk mengatasi dua persoalan utama, yakni kelangkaan pupuk dan maraknya peredaran bawang ilegal di pasar domestik.
Aduan tersebut dinilai sebagai sinyal penting atas persoalan di lapangan yang berpotensi merugikan petani. Melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, langkah penanganan segera dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.
“Kami tidak akan tinggal diam. Kelangkaan pupuk dan masuknya komoditas ilegal merupakan ancaman serius bagi kedaulatan pangan,” tegas Mentan dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertanian akan melakukan audit menyeluruh terhadap jalur distribusi pupuk. Pengawasan diperketat untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, terutama bagi petani yang membutuhkan sarana produksi secara langsung.
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan koordinasi lintas instansi untuk memperketat pengawasan di pintu masuk impor. Langkah ini ditujukan untuk mencegah peredaran bawang ilegal yang dinilai merusak harga pasar dan menekan pendapatan petani lokal.
Mentan juga mengapresiasi peran mahasiswa yang dinilai aktif menjalankan fungsi kontrol sosial. Laporan yang disampaikan dianggap membantu pemerintah dalam mengidentifikasi permasalahan nyata di lapangan secara lebih cepat.
“Peran mahasiswa sangat penting dalam mengawal kebijakan publik. Ini menjadi masukan berharga bagi kami untuk segera bertindak,” ujarnya.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, guna memastikan kebijakan pertanian berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Dengan langkah cepat ini, pemerintah berharap keseimbangan pasar dapat segera pulih serta ketersediaan pupuk dan komoditas pangan tetap terjaga demi mendukung keberlanjutan sektor pertanian nasional.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar