Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Pemerintah menargetkan sebanyak 36 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lembaga pemasyarakatan (lapas) mulai beroperasi pada akhir Mei 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi sekaligus pemberdayaan warga binaan di berbagai daerah.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyampaikan bahwa kesiapan operasional dapur MBG saat ini terus dimatangkan, mulai dari penyediaan sarana, pelatihan petugas, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Sebanyak 36 dapur MBG ditargetkan sudah dapat beroperasi pada akhir Mei. Saat ini persiapan terus dilakukan agar pelaksanaan berjalan optimal,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta.
Program dapur MBG di lapas tidak hanya difokuskan untuk penyediaan makanan bergizi, tetapi juga diharapkan menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan melalui keterlibatan dalam proses pengolahan makanan dan pengelolaan dapur.
Pemerintah menilai program tersebut dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan sekaligus mendukung program nasional pemenuhan gizi masyarakat.
Selain itu, keberadaan dapur MBG di lapas diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih produktif serta memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat sekitar.
Ke depan, pemerintah berencana memperluas cakupan program dapur MBG ke lebih banyak lapas dan rumah tahanan di berbagai wilayah Indonesia sesuai kesiapan sarana dan kebutuhan di lapangan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar