Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan optimisme bahwa cadangan beras pemerintah saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah nasional. Ia memperkirakan stok beras yang dikelola pemerintah telah menembus angka 5 juta ton, yang dinilai sebagai indikator kuat keberhasilan penguatan sektor pangan nasional.
Amran juga membuka kesempatan luas kepada publik untuk melihat langsung kondisi tersebut di lapangan. Ia mempersilakan akademisi, pengamat, mahasiswa, hingga masyarakat umum meninjau gudang penyimpanan beras di berbagai daerah sebagai bentuk transparansi pemerintah dalam pengelolaan cadangan pangan.
Sebagai bagian dari keterbukaan tersebut, ia meminta jajaran Perum Bulog memberikan akses kepada pihak-pihak yang ingin memastikan langsung ketersediaan stok. Menurutnya, keberhasilan menjaga cadangan pangan nasional merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Amran menegaskan bahwa peningkatan produksi beras nasional tidak hanya tercermin dari data dalam negeri. Ia menyebut lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization dan United States Department of Agriculture turut mencatat kenaikan signifikan produksi beras Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program strategis pemerintah, mulai dari pembangunan jaringan irigasi, penggunaan pompa air di lahan tadah hujan, peningkatan kualitas benih, hingga pembukaan lahan persawahan baru di sejumlah wilayah.
Salah satu program yang dinilai memberikan dampak besar adalah pompanisasi lahan pertanian. Dengan sistem ini, lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami sekali dalam setahun kini dapat ditingkatkan menjadi dua kali masa tanam, sehingga produksi gabah nasional ikut meningkat.
Pemerintah meyakini bahwa penguatan produksi dalam negeri menjadi fondasi utama menuju kemandirian pangan. Dengan cadangan beras yang terus bertambah, Indonesia diharapkan semakin siap menghadapi tantangan global sekaligus menjaga stabilitas pasokan bagi masyarakat di seluruh wilayah.
(Rika/Fikri/Pras)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar